Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Menoreh Culture And Culinary Festival, Wisata yang Memberikan Pengalaman Berbeda Bagi Pengunjung

Anom Bagaskoro • Minggu, 28 Juli 2024 | 00:15 WIB
FESTIVAL: Atraksi Seni dan Bazar Kuliner hibur pengunjung Rajendra Farm. 
FESTIVAL: Atraksi Seni dan Bazar Kuliner hibur pengunjung Rajendra Farm. 

KULON PROGO - Desa Wisata Widosari menyajikan berbagai paket wisata yang dapat dinikmati pengunjung.

Tak hanya wisata alam yang menampilkan keelokan dan keindahan Perbukitan Menoreh, desa ini menyajikan pengalaman berbeda dalam menyambut wisatawan.

Sehingga saat wisatawan pulang mendapatkan pengalaman yang berbeda dari tempat wisata lainnya.

Salah satunya dengan Menoreh Culture And Culinary Festival, yang bertempat Amphitheater Rajendra Farm, Sabtu (27/9/2024).

Acara ini, difasilitasi oleh Dinas Pariwisata DIY, serta mendapat dukungan dari dana keistimewaan.

Dengan tujuan mengenalkan wisata, serta memberikan pengalaman bagi pengunjung.

"Festival ini memberikan sajian berupa wisata budaya, dan kuliner yang dikombinasikan dengan keindahan alam," ucap Tim Media Desa Wisata Widosari Faragina Salsabila, saat ditemui Radar Jogja, Sabtu (27/9/2024).

Perempuan yang kerap dipanggil Gina ini menyampaikan, festival menyoroti potensi wisata di daerahnya.

Seperti wisata alam, edukasi, budaya, dan kuliner.

Lantaran, beberapa potensi digelar secara bersamaan dalam satu waktu. Diawali dengan Rajendra Farm, tempat digelarnya kegiatan ini.

Rajendra Farm merupakan, wahana edukasi peternakan domba yang berdiri di lahan 3 ha.

Pengunjung yang datang akan mendapatkan pengalaman beternak domba. Mulai dari pembibitan hingga pasca produksi.

Wisatawan akan dianjak berkelling di kawasan peternakan, dan diajari oleh pembimbing.

Bahkan pengunjung dapat merasakan pengalaman memerah susu domba, memotong bulu, maupun mengenal berbagai pakan domba.

Selama berada dalam kawasan, pengunjung tak akan merasa bosan.

Lantaran, letak kawasan berada di perbukitan yang memiliki karakteristik hawa dingin.

Suguhan pemandangan juga tak luput dalam sorotan, selama berada dalam kawasan.

Pengunjung dapat menikmati salah satu puncak tertinggi di Kulon Progo, yaitu Puncak Widosari dari bawah.

Puncak Widosari sendiri, menyajikan keindahan alam, yang pernak diakui dalam Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2022.

Keindahan batuan purba serta perpaduan alam yang ondah menjadikan tempat ini rujukan bagi pengunjung.

Terutama bagi penggemar sunset dan sunrise.

Lantaran, ketinggian puncak memanjakan mata melihat terbit dan terbenam matahari secara leluasa.

"Rajendra Farm masuk dalam paket wisata kami, selain itu kami juga memiliki wisata kuliner," ucapnya.

Dalam festival ini, pengunjung juga dapat menikmati wisata kuliner yang sebenarnya telah masuk dalam paket wisata.

Pengunjung dapat menikmati hidangan khas asli Desa Wisata Wodosari.

Terdapat stand yang menjajakan kudapan ringan berupa enting-enting asli buatan masyarakat.

Kudapan ini memiliki citarasa kelapa, manis gula jawa dan berpadu dengan jahe. Sehingga sangat cocok dinikmati diperbukitan tinggi.

Selain enting-enting, terdapat camilan unik lain, yaitu keripik bonggol jagung.

Memiliki karakteristik renyah dengan berbagai citarasa, keripik ini justru banyak diminati.

Terutama bagi pengunjung yang penasaran bentuk dari kudapan ini.

Lantaran, bonggol jagung seringkali dianggap limbah oleh masyarakat, karena tak bisa diolah kembali.

"Wisata budaya kami juga menyediakan, seperti yang dipentaskan hari ini," ucapnya.

Pada festival kali ini, terdapat 3 kesenian yang ditampilkan, yaitu musik religi Jawa Tibil Qulub, Kethoprak Sanggar Seni Puspo Jati, dan Tari Topeng Ireng Arga Rimba.

Kesenian musik religi merupakan musik persebaran agama islam yang dikombinasikan dengan langgam jawa.

Sedangkan tari Topeng Ireng merupakan tarian yang biasanya digunakan untuk menyambut tamu saat berkunjung.

Selain kesenian tersebut, paket wisata yang ditawarkan Desa Wisata Widosari cukup banyak.

Pengunjung dapat mempelajari setiap kesenian yang dimiliki wisata ini, secara langsung.

Bahkan bila pengunjung tertarik, dapat belajar secara langsung oleh penarinya.

Tentu pengunjung akan dibimbing oleh mentor terlatih secara perlahan.

"Jumlah kunjungannya terus meningkat, terutama setelah masuk ADWI 2022 lalu," ucapnya.

Gina menuturkan, Desa Wisata Widosari mengalami kenaikan jumlah kunjungan. Hal ini berlaku juga di tahun 2024 ini.

Sampai Juni ini, terdapat ratusan kelompok wisatawan yang telah mengambil berbagai paket wisata. Terhitung ada sekitar 1 ribu pengunjung hingga Juni ini. (gas)

Editor : Meitika Candra Lantiva
#kesenian #Menoreh Culture And Culinary Festival #keindahan alam #Berbeda #Kulon Progo #pengalaman #dana keistimewaan #pengunjung #Wisata #Dinas Pariwisata DIY #desa wisata Widosari #Puncak Widosari #paket wisata #kelompok #Memberikan #Wisatawan #batuan purba