RADAR JOGJA - Kasus penemuan bayi yang dibuang di lubang jamban di Kalurahan Bumirejo, Kapanewon Lendah akhirnya mencapai titik temu. Lantaran, ibu bayi yang nekat membuang buah hatinya telah ditemukan.
Berdasarkan penelusuran Dinas Sosial PPPA Kulon Progo, ibu bayi masih berstatus anak-anak yang baru saja lulus SMP. "Kasus X di Lendah memang ditelusuri secara tertutup, karena ibu bayi masih anak-anak," ucap Kepala Dinsos PPPA Bowo Pristiyanto, Jumat (12/7).
Bowo menjelaskan, pihaknya menelusuri kasus pembuangan bayi dengan mendatangi TKP. Pihaknya mendapati identitas ibu bayi, masih berusia anak-anak. Sehingga ibu dan bayi harus diprioritaskan keselamatannya. Hingga saat ini, keduanya tengah dalam kondisi stabil.
Selain memastikan keselamatan keduanya, dinsos juga melakukan komunikasi dengan pihak keluarga. Tujuannya menanyakan perihal kesiapan keluarga untuk menjamin dan memberikan perlindungan bagi ibu dan bayi. Penekanan juga dilakukan untuk menjamin masa depan ibu dan anak. "Keluarga berkomitmen merengkuh semuanya, dan berjanji memberikan perlindungan," tuturnya.
Kendati sudah ada komitmen keluarga, dinsos tetap berupaya melakukan pendampingan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kembali kondisi keduanya. Karena ibu dan anak bisa dianggap sebagai korban.
Dinsos juga menyiapkan rumah singgah sementara bagi ibu dan anak. Untuk menampung keduanya sementara waktu. Tak hanay itu, Dinsos jugq memikirkan perihal pendisikan ibu, karena masih berstatus pelajar. Sedangkan, untuk bayi yang baru lahir, pihaknya akan mendampingi dalam pembuatan akta kelahiran.
Sementara itu, mengkonfirmasi kondisi bayi yang kini masih dirawat di RSUD Wates, Wakil Direktur Pelayanan RSUD Wates Eko Damayanti menyebut kondisi bayi dalam keadaan sehat dan stabil. Walaupun, bobot bayi tergolong kecil sekitar 2,3 gram dari yang idealnya 2,5 gram. "Soal luka tidak terlalu menghawatirkan," ucapnya.
RSUD Wates saat ini tengah melakukan penanganan intensif untuk menjamin kesehatan bayi itu. Sehingga jika sudah pulih, bayi akan mendapatkan rekomendasi dari dokter untuk dipjemput oleh keluarga. (gas/pra)