RADAR JOGJA - Petugas pemutakhiran data pemilih (Pantarlih) Kalurahan Hargotirto penuh perjuangan. Lantaran, saat melakukan pencocokan dan penelitian (coklit) mereka perlu menembus berbagai medan. Yang mana Kalurahan Hargotirto mayoritasnya merupakan medan berbukit nan terjal.
Radar Jogja mencoba menemui salah satu pantarlih Kalurahan Hargotirto Etik Witarti. Kala itu perempuan ini tengah melaksanakan coklit di Padukuhan Tirto. Berbekal sepeda motor matic-nya, Etik menembus jalan desa yang sempit serta licin. Sempat beberapa kali, Etik berhenti untuk memastikan keamanan saat mengendarai sepeda motor di medan yang terjal.
Sampai di salah satu lokasi yang jauh dari pemukiman, Etik memarkirkan sepeda motornya. Ternyata, perempuan ini harus berjalan kaki menembus hutan belantara. Etik hendak mendatangi salah satu rumah yang berada di puncak bukit. Membutuhkan waktu sekitar 30 menit untuk berjalan kaki hingga lokasi rumah tersebut.
"Banyak rumah yang harus didatangi dengan berjalan kaki, karena akses jalannya sulit dilewati," ucap Pantarlih Hargotirto Etik Witarti, saat menjawab pertanyaan Radar Jogja sambil tetap melanjutkan perjalanannya, Senin (1/7).
Etik menjelaskan, wilayah tugasnya berada pada tiga padukuhan di Kalurahan Hargotirto, dengan jumlah pemilih 502 orang. Medan berbukit serta hutan belantara sudah menjadi makanan sehari-harinya. Tak peduli hujan dan panas, pantarlih seperti Etik tetap harus melakukan ketugasannya.
Dalam sehari, Etik mampu mendatangi rumah warga sebanyak 10 rumah. Jika medan tak mudah dijangkau Etik hanya mampu mendatangi tujuh rumah. Faktornya karena medan dan jarak antara rumah di padukuhan tergolong berjauhan. Serta apabila pemilik rumah memelihara anjing, pantarlih tak bisa langsung memasuki rumah."Melelahkan tetapi juga seru, karena bisa berkeliling," ucapnya.
Perempuan paro baya ini menjelaskan, keikutsertaannya menjadi pantarlih, dilatarbelakangi keinginan untuk mengenal lingkungannya lebih jauh lagi. Lantaran, dirinya merupakan pendatang baru, setelah menikah dengan orang asli Hargotirto. Melalui kunjungan untuk coklit, dirinya dapat mengenal warga serta kondisi lingkungan yang ada.
Sementara itu, PPS Kalurahan Hargotirto Ulul Mariyam menjelaskan, sejak pelantikan, pantarlih langsung mendapat tugas untuk coklit. Yang mana tugas ini berupa pencocokan data pemilih yang disesuaikan dengan KK dan KTP. Di Kalurahan Hargotirto terdapat beberapa pantarlih, yang melakukan coklit di 14 TPS.
"Memang Hargotirto memiliki geografis yang berbukit serta medannya cukup ekstrim," ucapnya.
Ulul mengakui, wilayah Hargotirto tak bisa dibandingkan dengan wilayah perkotaan. Pantarlih dalam melakukan coklit membutuhkan usaha besar. Lantaran, medan serta jarak tempuh yang dilalui tergolong ekstrim.
Kendati begitu, hampir tak ada pantarlih yang mengeluh. Hal ini terjadi karena pantarlih telah memahami geografis Hargotirto. Pantarlih di rekrut berdasarkan domisili, sehingga kebanyakan pantarlih tak banyak mengeluh karena mendapati medan coklit yang sulit. (gas/pra)
Editor : Satria Pradika