Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

DPRD Ingatkan Penyertaan Modal PDAM Perlu Optimal, Wilayah Utara Tak Boleh Ditinggal

Anom Bagaskoro • Minggu, 30 Juni 2024 | 19:31 WIB

PENGGALIAN: Pipa SPAM Kamijoro mulai dibangun melintasi wilayah selatan.
PENGGALIAN: Pipa SPAM Kamijoro mulai dibangun melintasi wilayah selatan.

KULON PROGO - Penyertaan modal Perumda air minum Tirta Binangun tengah menjadi kajian DPRD Kulon Progo.

Tujuannya, menekankan pentingnya optimalisasi penggunaan modal yang berasal dari APBD. DPRD menekankan adanya kesinambungan pelayanan antara wilayah utara dan selatan Kulon Progo.

"Mendorong penyediaan air bersih seimbang, agar tak ada ketimpangan antar wilayah," ucap Ketua Pansus Penyertaan Modal PDAM DPRD Kulon Progo Dwi Nugraha, Sabtu (29/6).

Politikus PDIP ini menjelaskan, penyertaan modal diharapkan mampu meningkatkan pelayanan masyarakat.

DPRD menekan PDAM agar dapat menjalankan tugasnya sebagai perumda dengan orientasi pelayanan.

Sehingga tak ada lagi alasan wilayah utara ditinggalkan karena fokus penyediaan air di wilayah selatan.

Adanya YIA di wilayah selatan tentunya menjadi prioritas dalam menyikapi kenaikan kebutuhan air bersih.

Terlebih munculnya industri dan hotel di wilayah selatan membuat naiknya kebutuhan air bersih.

Yang mana PDAM perlu bersiap dalam penyediaannya.

Namun, di sisi lain PDAM memiliki pekerjaan rumah berupa belum terjamahnya wilayah utara.

Wilayah utara dengan medan berbukit, dinilai belum terjangkau akses air bersih.

Kebanyakan wilayah utara menggunakan, PAM SIMAS dimana pengelolaan berbasis masyarakat.

Menurutnya, wilayah utara dikategorikan sebagai wilayah khusus, sedangkan wilayah selatan didahulukan.

"Itu dari segi ketersediaan, PDAM juga punya PR peningkatan kualitas air bersih," sanggahnya.

PR PDAM tak hanya berkutat pada penyediaan air pada masyarakat.

Namun, PDAM diharapkan mampu meningkatkan kualitas air bersih yang diterima masyarakat.

Melihat banyaknya laporan masyarakat mengenai air PDAM yang keruh, hingga sering kali debit aliran kecil.

DPRD dalam kajian penyertaan modal juga menekankan perihal kontribusi PDAM tehadap pendapatan daerah.

Yang mana PDAM dinilai belum optimal dalam pendapatan daerah.

Padahal posisi PDAM tergolong strategis dalam bisnis di daerah.

Sebenarnya, penyertaan modal bagi PDAM bukan barang baru. Lantaran, di tahun 2020-2024 sebanyak Rp 57 miliar penyertaan modal digelontorkan pemda.

Penyertaan modal itu, berupa uang dan aset. Sedangkan sampai dengan tahun 2019 lalu, PDAM telah menerima Rp 23 miliar.

Apabila diakumulasikan, penyertaan modal yang telah diterima PDAM tentunya tergolong tinggi.

"Penyertaan modal sebenarnya sudah terjadi setiap tahun," tuturnya.

Baca Juga: Gunung Merapi di Sleman Mengeluarkan 5 Kali Guguran Lava Pijar ke Arah Barat Daya (Sungai Bebeng), Jarak Luncur Maksimum 1.600 Meter

Rencananya penyertaan modal akan dikucurkan, sejumlah Rp 4,5 miliar per tahun. Mulai 2025 hingga 2028 nanti.

Yang mana modal ditambahkan dari APBD setiap tahunnya. Tentunya besaran penggelontoran dana ini, diharapkan mampu menjawab aspek yang ditekankan oleh DPRD sebelumnya.

Sementara itu, Direktur Perumda Air Minum Tirta Binangun Jumantoro menjelaskan, penyertaan modal memang dibutuhkan.

Adanya SPAM Kamijoro perlu disambut dengan sinergitas antara pusat dan daerah.

Sinergitas berupa kelanjutan pembangunan, yang mana membutuhkan modal besar.

"Mayoritas anggaran memang ditempatkan untuk SPAM Kamijoro," ucapnya.

Baca Juga: Info Pemadaman Listrik Yogyakarta Minggu 30 Juni 2024, Berikut Sejumlah Lokasinya

Kendati, penyertaan modal akan difokuskan pada keberlanjutan SPAM Kamijoro. Jumantoro menegaskan, wilayah utara juga tetap menjadi prioritas.

Beberapa jaringan air baru di wilayah utara rencananya akan segera terealisasi dengan penyertaan modal yang ada.

Editor : Bahana.
#penyertaan modal #Kulon Progo #YIA #Dewan #PDAM #anggota DPRD