KULON PROGO - Pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional Kamijoro berdampak pada pembongkaran dan penggalian jalan kabupaten yang menghubungkan Kapanewon Lendah dan Kapanewon Panjatan.
Titik perbaikan menyasar spam Kamijoro menuju Bandara YIA, salah satunya di jalur distribusi utama (JDU) sepanjang 5 kilometer.
Direktur Perumda Air Minum Tirta Binangun Jumantoro mengatakan, perbaikan hanya di area bekas galian dan urugan pipa, bukan pada keseluruhan badan jalan.
Proses perbaikan telah dikoordinasikan dengan pihak Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) DIY, sebagai pengampu proyek.
Sedangkan pengerjaanya proyekya dilakukan PT Adhikarya Persero selaku kontraktor.
"Namun, perbaikan yang dilakukan tak bersifat menyeluruh. Hanya pada badan jalan, area galian, yang diperbaiki," ujar Jumantoro, saat ditemui Radar Jogja, Kamis (27/6/2024).
Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan kontraktor, bahwa galian akan dikembalikan seperti semula.
Disebutkan, proyek pembangunan SPAM Regional bersumber dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) 2024.
Proyek ini menerima kucuran dana Rp 239 miliar.
"Kini progres (pembangunan SPAM, Red) mencapai tahap instalasi saluran.
Sebelumnya, kontraktor pembangunan telah melakukan inventarisir pada area sebelum penggalian.
Baca Juga: Masa Jabatan 143 Lurah di Gunungkidul Resmi Diperpanjang, Bupati Sunaryanta Beri Pesan Seperti Ini
Salah satunya menginventarisir jenis bahan untuk perbaikan.
"Bila jalan yang digali berjenis aspal, penggantian juga dilakukan dengan cara pengaspalan. Begitu juga dengan jenis bahan jalan lain," katanya.
Jumantoro memastikan, kontraktor berkomitmen memperbaiki bekas galian sesuai standar pekerjaan.
Memastikan bekas galian tak amblas ketika dilalui kendaraan. Timbunan tanah harus dipadatkan.
"Cara kerjanya gali, pasang, langsung timbun, dan dipadatkan," tuturnya.
Jumantoro meminta masyarakat memaklumi jika terjadi ketidaknyamanan imbas dari pembangunan.
Lantaran, banyak material yang mungkin menggangu aktivitas warga.
Jumantoro menyebut, pelaksanaan pembangunan diteargetkan selesai akhir tahun 2024.
Sementara itu, Ketua Pansus Penyertaan Modal PDAM DPRD Kulon Progo Dwi Nugraha menjelaskan, perbaikan jalan terdampak saluran SPAM Kamijoro tengah menjadi pembahasan pansus.
DPRD menilai, perbaikan jalan harus dilakukan secara menyeluruh. Kendati, dari kontrak pembangunan hanya mencantumkan perbaikan pada area galian.
Mengingat kondisi jalan tersebut yang mengalami kerusakan.
"Ini menjadi tugas DPUPKP, terutama bidang Bina Marga," ucap Dwi.
Politisi PDIP ini menekankan, proyek skala nasional perlu disambut baik di daerah.
OPD seperti DPUPKP diminta meningkatkan kordinasi dengan pihak penyelenggara proyek.
Tujuannya untuk melanjutkan perbaikan yang dilakukan oleh kontraktor, dengan kemungkinan jalan dinaikkan kualitasnya. (gas)
Editor : Meitika Candra Lantiva