KULON PROGO - Kabupaten Kulon Progo raih Penghargaan Adipura 2023.
Namun di balik pencapaian itu, pemerintah masih memiliki pekerjaan rumah mengenai pengelolaan sampah.
"Pengelolaan sampah di DIY menjadi topik perbincangan belakangan ini. Ini juga harus diwaspadai pemerintah daerah," ungkap Pj Bupati Kulon Progo Srie Nurkyatsiwi, usai kirab Penghargaan Adipura dan Peringatan Hari Lingkungan Hidup, Selasa (25/6/2024).
Siwi menyebut produksi sampah harian di Kulon Progo berkisar 30-35 ton per hari.
Hal ini perlu menjadi perhatian bersama.
Apabila laju sampah harian tak diimbangi pengelolaan sampah yang efisien, besar kemungkinan Kulon Progo akan mengalami masalah serupa dengan TPA Piyungan.
"TPA Banyuroto berkemungkinan memiliki nasib yang sama seperti TPA Piyungan. Jangan sampai TPA Banyuroto cepat penuh," tuturnya.
Untuk mengantisipasi hal itu, perlunya pengelolaan sampah yang ditekankan pada rumah tangga.
Tujuannya untuk memperkecil residu yang dihasilkan dari sampah rumah tangga.
"Tingkat rumah tangga diharapkan mampu memilah sampah, dan memanfaatkan sampah," bebernya.
Kepala Dinkop UKM DIY ini mencontohkan, rumah tangga dapat membuat produk dari hasil timbukan sampah yang dimiliki.
Misalnya mengolah sampah organik menjadu eco enzim serta pengolahan sampah non orghanik menjadi busana daur ulang.
Kendati penekanan pengelolaan terus digalakkan pada level individu, pihaknya juga berupaya dalam mengoptimalkan pengelolaan sampah.
Di tahun ini, Pemkab Kulon Progo merealisasikan Insenerator di TPA Banyuroto.
Menurutnya, insenator mampu mengurangi jumlah timbulan sampah yang tak bisa diolah kembali.
"Itu sudah melalui pengujian, baku mutu jadi masyarakat tak perlu khawatir," tuturnya.
Sementara itu, Paniradya Pati Paniradya Kaistimewaan DIY Aris Eko Nugroho menjelaskan, dana keistimewaan dapat diakses untuk penanganan sampah.
Terbukti di Kulon Progo dana keistimewaan, digunakan untuk pengadaan insenerator.
Menurutnya, peran penanganan sampah perlu kolaborasi antar stakeholder.
Yang mana dukungan antar pihak dapat mempercepat proses penanganan sampah.
"Masyarakat juga berperan, untuk mendukung penanganan sampah," ucap Aris. (gas)
Editor : Meitika Candra Lantiva