Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Targetkan 2028 Jadi Pusat Fashion Dunia, API Minta Pemprov Gencarkan Promosi Tekstil DIY

Gregorius Bramantyo • Sabtu, 22 Juni 2024 | 01:30 WIB
Ilustrasi Produk Tekstil Batik
Ilustrasi Produk Tekstil Batik

RADAR JOGJA - Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) DIY meminta pemerintah provinsi (pemprov) untuk menggencarkan promosi produk tekstil DIY. Promosi dalam bentuk pameran di luar negeri sangat dibutuhkan. Terlebih Yogyakarta memiliki banyak produk tekstil unggulan.


Dewan Penasihat API DIY Robby Kusumaharta mengatakan, saat ini dunia fashion menjadi salah satu kegiatan yang banyak diunggulkan oleh berbagai daerah. Oleh karena itu itu pihaknya mendorong pemerintah untuk meningkatkan branding produk tekstil DIY.


Selain branding, ia juga minta promosi. Karena pameran yang dilakukan masih dalam taraf lokal, namun kurang didorong untuk pameran di luar. Sehingga orang luar negeri belum mengenal produk-produk lokal seperti lurik, batik atau turunannya. "Tekstil itu luas. Bisa ke topi, aksesoris, sepatu, dan yang lainnya,” ujarnya Jumat (21/6).


Yogyakarta sendiri ditargetkan menjadi pusat fashion dunia pada 2028. Untuk itu, Robby optimistis industri pertekstilan DIY akan semakin berkembang. Sejalan perkembangan pariwisata yang mulai meningkat. Terlebih struktur ekonomi DIY tahun 2023 didominasi oleh lapangan usaha industri pengolahan sebesar 11,82 persen.


Menurut Robby, cakupan industri tekstil luas. Mencakup industri pembuatan fiber dan filamen, texturising, spinning, pertenunan, rajutan/bordir, pencelupan/cetak/finishing, batik, garmen, dan barang tekstil lainnya. Serta perdagangan produk tekstil nasional dan internasional. “Perlu dijaga harmonisasinya. Kita berkewajiban menjaga keberlanjutan industri tekstil itu," katanya.


Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DIY Syam Arjayanti mengatakan, potensi fashion di DIY luar biasa. Sebab masing-masing daerah memiliki keunikan dan keunggulan. Untuk itu, Pemprov DIY berupaya memfasilitasi industri kecil menengah fashion agar lebih berkembang, lebih dikenal dan diminati di pasar nasional dan internasional.


Pihaknya telah melakukan berbagai kegiatan promosi seperti pameran dan business matching. Tujuannya agar pelaku usaha bisa mendapatkan pembeli, jaringan atau networking dalam bisnisnya.


Selain itu, Disperindag DIY juga memberikan perhatian bagi perusahaan tekstil yang sudah berorientasi ekspor. Seperti memfasilitasi pelayanan surat keterangan asal (SKA) agar mendapatkan benefit dari negara tujuan. “Menjadi katalisator kepada pemerintah pusat terkait regulasi apabila ditemukan kendala ekspor,” tutur Syam.


Disperindag DIY juga telah memfasilitasi API DIY untuk pameran ekspor, baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Seperti pada 2019 lalu, DIY mengikuti Festival Indonesia Moscow dengan membawa 17 pelaku usaha DIY.


"Kami terus memfasilitasi, baik dari pendampingan dan pemberian informasi-informasi pelaksanaan regulasi. Agar fashion DIY bisa menjadi ekosistem yang lebih baik dengan menampilkan desain yang bisa menjadi trend setter,” ujar Syam. (tyo/laz)

Editor : Satria Pradika
#Fashion Dunia #Yogyakarta #Asosiasi Pertekstilan Indonesia #DIY #pemprov #api