KULON PROGO - Belakangan, baliho bergambar Akhmad Basuki atau akrab dipanggil Pak Bas seliweran di bumi Kulon Progo Binangun.
Nama Akhmad Basuki melambung dan digadang-gadang bakal mengikuti kontestasi Pilkada Kulon Progo 2024.
Lalu siapakah sebenarnya sosok Akhmad Basuki? Ini kisahnya.
Di sepanjang jalan protokoler baliho bergambar Pak Bas tersebar.
Bagi sebagian masyarakat mungkin masih asing dengan sosok tersebut.
Ya, bukan hal aneh, sebab Akhmad Basuki memang belum berkecimpung terlalu dalam di dunia politik.
Backgroundnya adalah seorang pengusaha.
Dia adalah seorang pengusaha sukses di banyak bidang.
Saat dihubungi Radar Jogja, Pak Bas menceritakan perjuangannya merintis usaha.
Di balik kesuksesannya sekarang, rupaya pria 58 tahun ini pernah mengalami jatuh bangun dalam hidupnya.
Hidupnya terseok-seok semasa sekolah.
Di tengah keterbatasan ekonominya itu, Bas berjuang keras membiayai kuliahnya sendiri.
Dia memberanikan diri membuka usaha kecil-kecilan.
"Dulu kuliah sambil berjualan pakaian rejectan hasil pabrik," terang Akhmad Basuki, Jumat (21/6/2024).
Pria yang lahir dan besar di Kulon Progo ini.
Ia dibesarkan di keluarga sederhana. Rumahnya berada di Padukuhan Pundak, Kalurahan Kembang, Kapanewon Nanggulan.
Meski ibunya berprofesi sebagai guru SD dan ayah seorang TNI.
Bas mengaku, untuk membiayai kuliah cukup kewalahan.
Sehingga ia harus berjuang sendiri membiayai kuliahnya, dengan mengambil Teknik Mesin di Universitas Diponegoro.
Di zaman itu pakaian yang ia jual dihargai Rp 14 ribu, dan mengambil keuntungan Rp 2 ribu per produk yang berhasil dijual.
Tak patah semangat, selain menjual barang hasil reject, saat kuliah Pak Bas juga menjadi mentor di salah satu lembaga bimbingan belajar Primagama.
"Tidak ada basic bisnis, latar belakang keluarga juga bukan seorang pebisnis," ucap Pak Bas.
Pak Bas menuturkan, usai menyelesaikan pendidikan di bangku perkuliahan, ia bekerja sebagai sales disebuah perusahaan Cutting tool (pemotong baja).
Dari sinilah pengalaman sebagai sales, menumbuhkan naluri pengusahanya.
Pada tahun 1999, Pak Bas mantap membuka usaha.
Ia membuka usaha jual beli perkakas serta alat yang dibutuhkan pabrik.
"Tak bertahan lama, usaha itu bangkrut karena berbagai persoalan," tuturnya.
Menurutnya, berbisnis memerlukan jaringan, kapital, dan keberanian.
Karena ketidaksiapan tersebut membuat bisnis jual beli alat pabrik gulung tikar.
Setelah kejadian itu, Pak Bas memutuskan bekerja di perusahaan raksasa Jepang.
Dari sinilah dia belajar mengembangkan bisnis.
Setelah gajinya terkumpul ia kembali membangun bisnis pada 2004.
"2004 sudah mulai membangun bisnis, dan dulu juga memberikan modal ke sahabat untuk memulai bisnis lain," ucap Pak Bas.
Pak Bas menjelaskan, selagi masih bekerja di perusahaan Jepang. Dirinya mulai membangun bisnis kontraktor di sektor perawatan pabrik.
Muncul secercah harapan karena usaha miliknya mulai berkembang.
Berbagai tender dengan miliaran rupiah berhasil dia libas, hingga dirinya memutuskan untuk keluar dari pekerjaan tetapnya.
Namun, tak semulus yang dibayangkan.
Usaha kontraktor yang ia buat sempat mengalami pasang surut dalam dunia bisnis.
Beberapa kali dirinya merugi miliaran rupiah.
Untung rugi dalam dunia usaha bagi Bas merupakan hal lumrah. Karena sudah menjadi risiko bisnis.
"Di tahun 2008, bisnis sudah mulai stabil dan mulai menjajaki berbagai sektor lain," ucap Pak Bas.
Pak Bas menjelaskan, setelah bisnisnya mulai stabil dirinya mencoba peruntungan lain dengan membuka unit usaha baru.
Seperti di sektor kesehatan, pendidikan, dan FnB. Terdapat sekitar 10 unit usaha yang kini ia miliki.
Kegigihannya dalam mengembangkan bisnis membuatnya menemukan strategi berbisnis.
Tak pelit ilmu Pak Bas membagikan rahasia jitu sukses berbisnis.
"Seorang pengusaha perlu memegang prinsip yakni, komitmen dan kepedulian," bebernya.
Prinsip komitmen dimaksudkan untuk membuat pengusaha menjaga pelanggan dan relasinya.
Ia mencontohkan, seorang pengusaha tak boleh menurunkan spek atau menyalahi aturan dari kontrak.
Hingga saat ini pelanggan serta konsumen jasa perusahannya terus berdatangan.
"Prinsip kepedulian juga harus ditekankan," tegasnya.
Menurutnya pengusaha memiliki tanggungjawab sosial, khususnya untuk pegawainya.
Kisah dan prinsip yang memantik semangat untuk berwirausaha ini, ingin ia tularkan ke banyak orang.
Melalui media sosialnya ia kerap membagikan konten-kontenyang mengajarkan mengenai optimisme di dunia usaha.
Hal ini medapatkan sambutan baik masyarakat.
Dan saat ini banyak masyarakat yang mendukung dirinya terjun di dunia politik.
Disinggung tentang rumor dirinya maju pilkada, Bas menyeletuk ringan.
"Saya cuma didukung, jadi hanya menginginkan Kulon Progo terus berkembang menuju arah yang baik," tandas Pak Bas. (gas)
,
Editor : Meitika Candra Lantiva