KULON PROGO - Momen Idul Adha, dirayakan dengan penyembelihan hewan kurban.
Ketika momentum ini datang, banyak warung makan yang menjual olahan daging sapi dan sate seketika tutup sementara.
Meski demikian, warung sate di Jalan Pengasih-Wates Kulon Progo ini, tetap buka menunggu pelanggan setia.
Hanya saja yang dijajakan berbeda dari biasanya.
Momen spesial Idul Adha warung ini buka pelayanan baru. Yakni, menawarkan jasa masak hewan kurban.
"Kalau Idul Adha, warung cenderung sepi karena masyarakat sudah mengolah daging kurban. Sehingga daripada harus menutup warung, saya lebih memilih buka jasa masak daging kurban," ucap pemilik warung Widyarani Zasmina, saat ditemui Radar Jogja, Senin (17/6/2024).
Widya hafal betul, saat Idul Adha masyarakat cenderung mengolah daging di rumah masing-masing.
Jadi, seandainya warung buka menyediakan menu daging sapi/kambing, berpotensi sepi pembeli.
Agar tetap bisa mendapatkan penghasilan, maka Widya menangkap peluang tersebut.
Widya menceritakan, jasa masak daging kurban miliknya telah berjalan sejak 2018.
Umumnya, penerima daging kurban yang memakai jasanya kebanyakan tak bisa mengolah daging kurban.
Kemudian juga sibuk, karena tak memiliki waktu untuk memasak daging kurban.
Hal inilah, yang membuat dirinya mantap membuka warungnya dengan jasa masak daging kurban.
"Untuk jasa masak daging kurban akan dibuka selama sepekan lebih," ucap Widya.
Widya menjelaskan, sejak hari pertama hingga ketiga Idul Adha, jumlah peminat jasa masak tergolong tinggi.
Saban harinya, warung mampu melayani puluhan pengunjung dengan rata-rata daging yang diolah mencapai 3 kilogram.
Jasa masak daging kurban ini, dibanderol Rp 50 ribu per kilogram.
Pengunjung dapat memilih olahan seperti sate bakar, sate goreng, tongseng, gulai, maupun olahan tengkleng.
Pihak warung juga menjamin seluruh bahan tak bersisa, dan tak bercampur dengan pelanggan lain.
Widya menuturkan, peminta jasa masak dapat berkunjung ke warungnya.
Setelah sampai warung, daging ditimbang kemudian diolah.
Apabila sudah selesai diolah, pengunjung akan dihubungi kembali untuk mengambil olahan daging kurban.
Febriarin, seorang pelanggan jasa masak daging kurban menjelaskan, setiap Idul Adha dirinya selalu menggunakan jasa masak.
Lantaran, dirinya memiliki kesibukan, sehingga tak bisa mengolah daging kurban.
Tak tanggung-tanggu dirinya rela menempuh jarak cukup jauh untuk mendatangi jasa ini.
"Tadi 1,5 kilogram daging, untuk dijadikan tongseng dan sate," ucap Febri.
Febri menjelaskan, biaya jasa masak dinilai terjangkau.
Sehingga dirinya rutin menggunakan jasa masak, terlebih keluarganya sudah cocok dengan citarasa dari jasa masak daging kurban Widya. (gas)
Editor : Meitika Candra Lantiva