RADAR JOGJA - Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) dan Baznas Kulon Progo menggelar basic training juru sembelih hewan (Juleha). Pelatihan diupayakan untuk menciptakan standarisasi sembelih hewan yang syari saat Idul Adha.
"Tujuan pelatihan membekali juleha, agar syari serta mutu dagingnya dapat terjaga," ucap Ketua Juleha Kulon Progo Putut Proboseto Kamis (13/6).
Putut menjelaskan, terkadang menyembelih hewan terutama saat Idul Adha banyak orang tak memikirkan aspek kualitas daging. Padahal daging tersebut dibagikan kepada penerima kurban, yang seharusnya mendapat kualitas terbaik.
Menurutnya, untuk menjaga kualitas daging kurban bisa dimulai dengan alat penyembelih. Terdapat pisau yang seharusnya digunakan menyembelih dengan standar food grade. Penggunaan pisau ini diperlukan agar daging terhindar dari karat yang seringkali menempel di pisau yang berbahan besi.
Selain pisau, alat Juleha juga harus mementingkan keselamatan diri, seperti apron, helm, sepatu serta meja sembelih. Semua alat yang dikenakan oleh Juleha diperlukan untuk menghindari Juleha dari cedera selama melakukan kegiatan sembelih. "Teknik juga penting, contohnya harus memastikan darah bisa keluar dengan lancar," ucapnya.
Selama melakukan sembelih, Juleha memerlukan pelatihan teknik. Mulai dari persiapan alat hingga pembersihan tempat usai sembelih. Terkadang banyak masyarakat yang tak memahami hal ini, membuat kualitas daging menurun.
Contohnya, terkadang masyarakat sering menggantung kepala hewan kambing saat mengulitinya. Langkah ini dinilai salah, karena seharusnya kepala terlebih dahulu dipotong.
Lantaran kepala memiliki kelenjar bau. Apabila tak dipotong akan mengakibatkan bau prengus pada daging sehingga kualitasnya turun. "Pelatihan ini, kami arahkan tak hanya teoritis tetapi praktik," ucapnya.
Kepala Kankemenag Kulon Progo Wahib Jamil menjelaskan, peserta yang mengikuti pelatihan sejumlah 60 orang yang berasal dari panitia kurban, takmir masjid, dan unsur organisasi. "Kegiatan rutin yang terus dilakukan untuk menambah banyak Juleha," ucap Wahib.
Wahib menjelaskan, jumlah Juleha di Kulon Progo perlu ditingkatkan, sebagai upaya pemberian hewan kurban yang berkualitas. Selain itu, penyedian daging nonkurban yang berkualitas juga bisa dioptimalkan dengan jumlah SDM yang meningkat. (gas/eno)
Editor : Heru Pratomo