RADAR JOGJA - Baznas tak hanya menggelontorkan berupa bantuan sekali pakai yang berasal dari infaq dan sodaqoh yang dikumpulkan. Namun, bantuan yang terus bisa dikembangkan sehingga memberikan manfaat besar bagi penerimanya.
"Bantuan berupa 278 domba untuk kelompok peternak," ucap Deputi 2 Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Baznas RI Imdadun Rahmat, usai Launching Kelompok Ternak Berkah Harjo di Kalurahan Banjarharjo, Selasa (11/6).
Imdadun menjelaskan, bantuan berupa domba diharapkan mampu mendongkrak taraf perekonomian masyarakat sekitar, terutama peternak lokal. Peningkatan taraf perekonomian diupayakan agar peternak yang sebelumnya masuk sebagai penerima zakat (mustahik), bisa menjadi pemberi zakat (muzakki).
Tentunya bantuan tak hanya berupa pendistribusian domba ke peternak. Namun, berkaitan dengan penyelenggaraan operasional dan monitoring hasil. Peternak yang masuk kelompok balai ternak warga akan diberikan bimbingan, sekaligus pengarahan dengan orientasi bisnis. Yang bertujuan agar kelompok peternak dapat berkembang.
"Terkadang peternak binaan tak disiplin sehingga tak menghasilkan," ucapnya.
Imdadun menjelaskan, tujuan pembinaan terjadi karena beberapa kelompok balai ternak penerima bantuan terkadang tak disiplin. Di mana mereka tak mampu mengoperasionalkan peternakan. Sehingga bantuan yang diharapkan mampu dikembangkan, ternyata tak mampu memberikan dampak positif.
Selain peningkatan taraf perekonomian, Baznas menggandeng peternak sebagai upaya penyedian hewan kurban. Pada tahun ini, kuota hewan kurban untuk Baznas pusat sebesar 9 ribu ekor, 6 ribu ekor berasal dari peternak binaan Baznas. Sedangkan 3 ribu ekor berasal dari penjual hewan kurban.
"Sangat disayangkan apabila peternak lokal binaan tak bisa ikut serta mencukupi kebutuhan," tuturnya.
Di tahun ini program Kelompok Balai Ternak telah terealisasi di 51 titik dari 55 titik di seluruh Indonesia. Yang mana di Kalurahan Banjarharjo kelompok peternak mendapatkan bantuan.
Bila diuangkan sebesar Rp 618 juta. Sedangkan di DIJ bantuan tak hanya pada sektor peternakan. Namun menyasar sektor pertanian berupa lumbung pangan di Sleman.
Sementara itu, Ketua Kelompok Balai Ternak Domba Berkah Raharjo Supardal menjelaskan, kelompoknya merasa terbantu dengan program tersebut. Terdapat 25 orang anggota kelompok yang selama ini hanya bekerja sebagai petani.
Adanya bantuan dinilai mampu mensejahterakan masyarakat. Lantaran anggota kelompok tak memiliki pendapatan tetap dari bertani.
"Petani biasanya cuma nyangkul di sawah, jadi ada tambahan penghasilan," ucap Supardal.
Editor : Heru Pratomo