Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Muh Thoyib Akan Kembali Jadi Jagabaya, Tunggu Banding, Kalurahan Sidorejo Pertimbangkan Kembalikan Jabatan

Anom Bagaskoro • Selasa, 11 Juni 2024 | 14:40 WIB
Thoyib menjelaskan kondisi keluarga saat dirinya ditahan di rutan.
Thoyib menjelaskan kondisi keluarga saat dirinya ditahan di rutan.

RADAR JOGJA - Usai kebebasan Muh Thoyib yang sempat tersandung masalah PTSL, Kalurahan Sidorejo, Kapanewon Lendah berniat merehabilitasi statusi jagabaya. Hal ini dilakukan sebagai upaya pengisian jabatan yang sebelumnya sempat dibekukan.


"Kami sedang mempertimbangkan untuk pengangkatan kembali," ucap Lurah Sidorejo Sutrisno, saat ditemui Radar Jogja di ruang kerjanya, Senin (10/6).
Sutrisno menuturkan, proses pengangkatan kembali Jagabaya nonaktif akan dilakukan setelah dua minggu. Hal ini dikarenakan putusan pengadilan tingkat banding belum bersifat tetap. Sehingga perlu menunggu tindak lanjut.


Selain perihal proses hukum, pihaknya juga tengah berkonsultasi dengan Dinas PMD Dalduk KB Kulon Progo. Hal ini berkaitan dengan pengangkatan kembali pamong desa yang sebelumnya dinonaktifkan. "Haknya akan dikembalikan, tetapi saat jabatan nonaktif haknya masih dipertimbangkan," ucap Sutrisno.


Sutrisno menjelaskan, hak berupa penghasilan akan segera dipenuhi. Namun, penghasilan saat jagabaya tengah menjalani proses hukum, pihaknya tengah melakukan konsultasi ke dinas terkait. Lantaran perbup mengatur perihal penghasilan tetap diberikan pada saat masa aktif jabatan.


Kendati, kemungkinan penghasilan jagabaya saat non aktif tak dibayarkan. Pihaknya tetap akan berkonsultasi agar hak jagabaya dapat diberikan. Walaupun hanya sebesar 50 persen dari penghasilan tetap.


Menanggapi perihal penghasilan tetap Jagabaya Kalurahan Sidorejo Muh Thoyib menjelaskan, dirinya hanya bisa mengikuti aturan yang ada. Saat proses hukum yang dijalani, dia tak mendapatkan penghasilan tetap. "Penghasilan justru dari istri, sebagai kepala keluarga tak bisa apa-apa," ucap Thoyib.


Thoyib menjelaskan, selama ditahan di rutan dirinya tak bisa memberikan nafkah ke keluarganya. Sehingga sang istrilah yang berkontribusi dalam menggerakan ekonomi keluarga. Istrinya merupakan pegawai di salah satu puskesmas.


Dalam ceritanya, Thoyib sempat bergetar karena menceritakan kondisi keluarga saat dirinya di rutan. Istrinya sempat menceritakan kondisi anaknya yang tak diberikan susu formula dengan merek yang sama karena keterbatasan ekonomi saat itu. (gas/pra)

 

Editor : Satria Pradika
#Kulon Progo #Muh Thoyib #KB #jagabaya