KULON PROGO - Warga Kalurahan Pendoworejo, Kapanewon (Kecamatan) Girimulyo, Kabupaten kulon Progo digegerkan dengan penemuan mayat di sungai.
Peristiwa itu terjadi Senin (3/6/2024) dini hari sekitar pukul 05.50 WIB.
Saat dikonfirmasi, Kasihumas Polres Kulon Progo AKP Triatmi Noviartuti, membenarkan kejadian tersebut.
Mayat, ditemukan di sungai tepatnya di Padukuhan Kalisonggo, Kalurahan Pendoworejo.
"Mayat ditemukan dalam posisi tertelungkup dan berada di air," ucap AKP Triatmi Noviartuti atau akrab disapa AKP Novi.
Awal mula, mayat ditemukan oleh seorang warga bernama Aris Budi, 49.
Saat itu Aris berniat memetik daun mlinjo untuk untuk dijadikan lauk sayur.
Lokasi pemetikan daun mlinjo tak jauh dari tempat kejadian perkara (TKP) yang berada disekitar sungai.
Ketika sedang melihat sekeliling sungai, Aris melihat sebuah objek semacam tubuh manusia.
Awalnya ia menduga, objek tersebut merupakan sebuah boneka manekin yang berada di sungai.
Namun setelah diperhatikan lebih detail, Aris menyadari objek tersebut merupakan manusia dengan posisi tertelungkup.
Dilihat dari cirinya, mayat tersebut mengenakan baju berwarna biru putih dan celana pendek.
Mendapati kejadian itu, Aris segera membangunkan temannya, sekaligus melaporkannya kejadian tersebut ke Polsek Girimulyo.
Polsek Girimulyo dan PMI Kulon Progo pun langsung menerjunkan personil untuk mendatangi TKP serta mengevakuasi jenazah.
"Setelah dievakuasi, jenazah ditemukan beberapa luka," ucap AKP Novi.
Novi menjelaskan, tim medis Puskesmas Girimulyo 1 menemukan beberapa luka 3 titik luka sobek di kepala bagian kiri, luka abrasi bagian leher, siku serta lutut, dan mayat belum kaku.
Dari pemeriksaan medis didapati jenazah diperkirakan meninggal kurang lebih 2 jam sebelumnya.
Jenazah pun diketahui identitasnya, S, 74, warga Kalurahan Banjararum, Kapanewon Kalibawang, Kulon Progo.
Hasil pemeriksaan tim medis menunjukkan jenazah meninggal dunia akibat terbentur batuan di sungai, setelah terpeleset ke dalam sungai.
Korban yang jatuh dalam posisi tertelungkup di air, dan mati lemas.
Hasil ini didasari pada pemeriksaan, serta tak ditemukan indikasi adanya kekerasan fisik dan penganiayaan.
"Jenazah sudah diserahkan ke keluarga untuk di makamkan," ucap AKP Novi.
AKP Novi menjelaskan, keluarga telah menerima kabar, dan menganggap kejadian itu sebagai musibah.
Keluarga juga tak menginginkan adanya otopsi, sehingga jenazah bisa langsung dikebumikan. (gas)
Editor : Meitika Candra Lantiva