Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Minat Masyarakat Beli Hewan Kurban Turun, Ini Kata Pj Bupati Kulon Progo Srie Nurkyatsiwi

Anom Bagaskoro • Jumat, 31 Mei 2024 | 00:46 WIB

TINJAUAN: Pj Bupati Kulon Progo Srie Nurkyatsiwi melakukan pengecekan di Pasar Hewan Pengasih.
TINJAUAN: Pj Bupati Kulon Progo Srie Nurkyatsiwi melakukan pengecekan di Pasar Hewan Pengasih.



RADAR JOGJA - Menjelang Idul Adha, biasanya Pasar Hewan Pengasih tumpah ruwah pembeli dan pedagang, memperjualbelikan hewan kurban. Namun di tahun ini, tak seperti tahun sebelumnya. Sebab pasar hewan hanya dipadati pedagang. Tanpa ada transaksi penjualan hewan kurban besar-besaran seperti tahun sebelumnya.

"Sekarang sangat sepi penjualannya dibanding Idul Adha tahun sebelumnya," keluh Tukiran salah satu pedagang sapi di Pasar Hewan Pengasih Rabu (29/5/2024).

Tukiran menjelaskan, dibanding Idul Adha 2023, penjualan hewan kurban sapi kali ini turun drastis. Tahun sebelumnya, dia mampu menjual beberapa ekor sapi dalam sekali pasaran. Sedangkan di tahun ini, tak satupun sapi miliknya terjual.

Sepinya penjualan juga mempengaruhi harga jual hewan kurban. Tukiran biasanya menjual sapi untuk kurban di angka Rp 15 juta hingga Rp 30 juta, menyesuaikan bobotnya. Namun di tahun ini terjadi penurunan harga jual sekitar Rp 1 juta. Tentunya hal ini membuat omzet penjualan hewan kurban mengalami penurunan.

Tukiran menjelaskan, fenomena ini disinyalir akibat tak ada minat beli masyarakat. Sebab banyak masyarakat yang tengah mengalami masalah ekonomi, dan cenderung untuk menyimpan penghasilannya.

Senada dengan Tukiran, Sutarjo peternak serta penjual kambing kurban mengaku, dia mampu menjual 20 ekor kambing dalam sehari pada Idul Adha tahun lalu. Namun kini hanya terjual tiga ekor per hari. "Ini harganya justru turun, biasanya kambing grade bagus Rp 5 juta tetapi sekarang Rp 4 juta," ucap Sutarjo. 


Menanggapi perihal penurunan penjualan, Pj Bupati Kulon Progo Srie Nurkyatsiwi menjelaskan, penyebab fenomena terjadi karena momen kurban bersamaan dengan penerimaan peserta didik baru (PPDB). Banyak masyarakat yang mengeluarkan uang untuk biaya sekolah.

"Kurban bukan kewajiban, jadi banyak masyarakat memilih untuk kebutuhan primer," ucap Siwi saat kunjungannya di Pasar Hewan Pengasih.

Siwi pun menampik perihal turunnya penjulan akibat adanya tren penyakit pada hewan sembelih beberapa waktu lalu. Menurutnya, pemkab telah berupaya untuk memastikan kesehatan hewan secara konstan. Serta melakukan pembibingan dan pencegahan penyebaran penyakit pada hewan ternak. "Dari Pemda memastikan keseuaian kuantitas dan kualitas, masyarakat tak perlu khawatir," beber Siwi. (gas/eno)

 

Editor : Heru Pratomo
#Pj Bupati Kulon Progo #Kulon Progo #Pasar Hewan Pengasih #hewan kurban #Srie Nurkyatsiwi