Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Program Bedah Menoreh di Kulon Progo Temui Kendala, Pemkab Gunakan Dana Seadanya. Berikut Besarannya!

Anom Bagaskoro • Selasa, 28 Mei 2024 | 19:45 WIB
Sulit dilalui: Warga perlu berhati-hati untuk melewati Jalan Bedah Menoreh yang rusak.
Sulit dilalui: Warga perlu berhati-hati untuk melewati Jalan Bedah Menoreh yang rusak.

KULON PROGO - Program Bedah Menoreh yang pernah digaungkan oleh Pemkab Kulon Progo dan Pemprov DIY pada 2018-2019 tak kunjung terealisasi.

Tak terealisasinya program ini karena menunggu kebijakan Pemprov DIY mengenai keberlanjutan.

Namun dalam menindaklanjuti program ini, Pemkab Kulon Progo tetap berupaya melakukan Bedah Menoreh dengan dana seadanya.

"Di tahun ini dan 2025 nanti pembangunan ruas jalan Bedah Menoreh dianggarkan Rp 1,5 miliar," ucap Kepala Bidang Bina Marga DPUPKP Kulon Progo Nurcahyo Budi Wibowo, saat ditemui Radar Jogja, Selasa (28/5/2024).

Nurcahyo menjelaskan, di tahun ini pembangunan ruas jalan Bedah Menoreh dilanjutkan dengan dana minim.

Dana Rp 1,5 milyar ini dijadwalkan untuk pembangunan Jalan Perangkoan-Ngori, Kalurahan Kebonharjo, Kapanewon Samigaluh.

Jalan tersebut merupakan ruas jalan kabupaten yang masuk kedalam Program Bedah Menoreh.

Di tahun 2025 nanti jalan ini akan kembali dilanjutkan pembangunannya dengan mengucurkan dana Rp 1,5 miliar.

Nurcahyo menjelaskan, plot anggaran untuk menindaklanjuti Bedah Menoreh memang tergolong kecil setiap tahunnya.

Untuk anggaran Rp 1,5 milyar hanya mampu membangun 400 meter jalan Bedah Menoreh.

Hal ini dikarenakan, biaya pembangunan jalan di area pegunungan memakan banyak dana. Pembangunan jalan rata-rata menelan Rp 3 milyar per kilometer.

Sedangkan untuk jalan diarea pegunungan mampu menembus Rp 5 miliar per kilometer.

"Ruas Bedah Monereh di Samigaluh kebanyakan masih berupa tanah, sehingga bisa dibilang membangun jalan dari awal," ucap Nurcahyo.

Nurcahyo menjelaskan, beberapa ruas Bedah Menoreh lainnya memiliki kesamaan yang hampir sama.

Sehingga memerlukan anggaran yang banyak apabila dilakukan pembangunan dalam satu waktu.

Diperkirakan ruas Jalan Bedah Menoreh memakan anggaran sebesar Rp 1,3 triliun untuk membangun 53 km jalan.

Sementara itu, Penelaah Teknis Kebijakan Bidang Analisa Data dan Perencanaan Pembangunan Bappeda Kulon Progo Indra Cahya Nugraha membenarkan perihal kecilnya anggaran bedah menoreh di tahun 2024 dan 2025.

Kecilnya anggaran ini dikarenakan keterbatasan APBD Kulon Progo untuk menyelesaikan Bedah Menoreh.

Bahkan untuk menyelesaikan 1 ruas terpendek Bedah Menoreh tak bisa dimungkinkan.

"Walaupun sangat kecil, ini merupakan komitmen pemkab untuk melanjutkan program yang telah dimulai," ucap Indra.

Indra menengaskan, pemkab memiliki niatan untuk melanjutkan dengan tetap menganggarkan dana untuk Bedah Menoreh.

Upaya ini juga merupakan pancingan ke Pemprov DIJ, untuk ikut serta melanjutkan program yang pernah dicanangkan dahulu. (gas)

 

Editor : Meitika Candra Lantiva
#Kalurahan Kebonharjo #pembangunan jalan #kendala #pemkab #dana #Kulon Progo #Temui #Plot anggaran #Bappeda Kulon Progo #DPUPKP Kulon Progo #program #Gunakan #bedah menoreh #Samigaluh