RADAR JOGJA - Antisipasi munculnya beberapa penyakit menular pada hewan ternak menimbulkan kekhawatiran di masyarakat. Untuk menjawab kekhawatiran masyarakat, Dinas Pertanian dan Pangan memperketat pengawasan arus lalu lintas hewan kurban.
"Kami melakukan pengawasan arus lalu lintas hewan kurban," ucap Kepala Bidang Kesehatan Hewan Sudarmanto, saat ditemui Radar Jogja di ruang kerjanya, Senin (20/5).
Sudarmanto menjelaskan, menjelang Idul Adha pihaknya melakukan pengawasan di pasar hewan.
Maupun pedagang yang memperjualbelikan hewan kurban secara langsung. Pihaknya telah melakukan beberapa kali sidak yang diselenggarakan ke beberapa pasar hewan.
Tak hanya di pasar hewan, pemantauan arus lalu lintas hewan kurban juga dilakukan di tiga check point, yaitu satu titik di Kalibawang, dan dua titik di Temon. Kewenangan pemantauan di titik tersebut dilakukan oleh provinsi secara langsung. Yang mana sebelum hewan masuk ke area Jogja, hewan dipastikan telah memenuhi syarat, dan tak terjangkit penyakit. "Untuk Idul Adha, hewan kurban di Kulon Progo terbanyak berasal dari peternak lokal," ucap Sudarmanto.
Sudarmanto menjelaskan, produksi hewan kurban dari wilayah Kulon Progo masih mencukupi kebutuhan di dalam. Yang mana kesehatan hewan sudah terpantau, sehingga masyarakat tak perlu khawatir mengenai penyakit menular.
Sedangkan hewan kurban yang berasal dari luar daerah, DPP mencatat terdapat dua daerah penyuplai hewan kurban, di antaranya Bali dan Madura. Untuk saat ini, DPP mencatat momen Idul Adha akan masuk Sapi Bali sejumlah 88 ekor, dan Sapi Madura 200 ekor.
Masuknya beberapa hewan dari luar daerah perlu diwaspadai. Hal ini dikarenakan maraknya beberapa penyakit seperti, antraks, LSD, dan PMK. Beberapa penyakit tersebut juga berpotensi menular dengan manusia. Sehingga diperlukan pengawasan yang besar."Seringkali ditemui, ada hewan kurban terindikasi cacing pita setelah disembelih," ucapnya.
Sudarmanto menjelaskan, beberapa penyakit hewan kurban tak terdeteksi saat temortem sebelum disembelih. Setelah disembelih beberapa hewan tak layak di konsumsi. Sehingga diharapkan masyarakat untuk berhati-hati.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kulon Progo Drajat Purbadi menjelaskan pihaknya akan mengawasi arus lalu lintas hewan. Pihaknya telah membentuk tim untuk melakukan pengawasan langsung berkaitan dengan kesehatan hewan."Pengawasan akan diperketat dengan fokus beberpa penyakit menular," ucap Drajat.
Perihal ketersedian hewan kurban, Drajat memastikan jumlah hewan kurban tercukupi selama Idul Adha nanti. Ia mengungkapkan, Tim TPID DIY juga mengawal ketersedian hewan kurban. (gas/pra)
Editor : Satria Pradika