RADAR JOGJA - Belasan ribu pelajar setingkat SMP dan MTs se-Kulon Progo mengikuti acara nonton bareng Talkshow Makin Cakap Digital yang digelar Jumat (17/5) pagi. Dari kegiatan yang diprakarsai Kementerian Komunikasi dan Informasi ini diharapkan kemampuan pelajar di dalam ruang digital meningkat.
Program literasi digital ini disiarkan langsung melalui platform Youtube dan Zoom Meeting. Talkshow dimoderatori Mira Safina. Dia sosok perempuan yang aktif dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan dan media sosial. Ada beberapa narasumber yang dihadirkan. Di antara lain, Adriana Grahani, dosen FH Universitas Sebelas Maret.
Adriana menyebut, ada empat pilar literasi digital yang harus dimiliki. Khususnya oleh generasi kuda. Yakni, digital skill, digital culture, digital ethics, dan digital safety. Nah, untuk digital culture, indeks literasi Indonesia di tahun 2023 turun dari 3,82 menjadi 3,81.
”Turun, meski sedikit," ucapnya.
Saat ini, Adriana mengungkapkan, masyarakat sangat akrab dengan dunia digital. Mulai dari Instagram, Facebook, hingga WhatsApp. Karena itu, Adriana menyarankan berbagai platform digital itu dimanfaatkan pelajar untuk memperkenalkan potensinya.
”Mereka bisa jadi konten kreator seperti menampilkan keahlian menari," sebutnya.
Dalam kesempatan itu, Adriana juga mewanti-wanti perihal hak orang orang lain. Jangan sampai pelajar melanggar khususnya hak cipta milik orang lain. Pelajar juga harus mampu bertutur dengan sopan. Sebab, dasar dalam budaya digital bagi pelajar adalah budaya pancasila. Sehingga harus mengedepankan cinta kasih, kesetaraan, Harmoni, demokrasi, keadilan, serta gotong-royong.
Dalam paparannya, Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga Kulon Progo Nur Wahyudi menyatakan, media digital telah menjadi bagian dari kegiatan belajar mengajar. Terutama saat pandemi Covid-19.
"Tetap hati-hati saat memakai dunia digital. Perlu ada etika dalam bermedia sosial. Harus ada filter agar tidak merugikan orang lain," pesannya.
Indri Astuti, narasumber lainnya membenarkan bahwa media sosial tidak bisa lepas dari pelajar. Sudah banyak pelajar yang menjadi selebgram Tiktokers.
”Mereka harus bisa mempertahankan ide kreativitasnya agar bisa melahirkan inovasi yang berdampak positif bagi dirinya, masyarakat, bahkan Indonesia," ujarnya. (zam)
Editor : Satria Pradika