Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Iklim Pariwisata Belum Optimal, DPRD Kulon Progo Dorong Pengembangan Wisata Agar Lebih Spesifik

Anom Bagaskoro • Jumat, 10 Mei 2024 | 00:23 WIB
Pengunjung memadati Pantai Glagah saat libur panjang.
Pengunjung memadati Pantai Glagah saat libur panjang.

 

KULON PROGO - Potensi wisata di Kulon Progo bagaikan permata, seperti julukannya, "The Jawel of Java".

Namun nyatanya, permata ini belum bisa dimanfaatkan seutuhnya karena belum dipoles sempurna.

Potensi pariwisata Kulon Progo belum dimanfaatkan secara optimal.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua DPRD Kulon Progo Akhid Nuryati, Rabu (8/5/2024).

Padahal, potensi di Kulon Progo, tak kalah dengan daerah lain.

"Belum optimal pengembangan wisata," ucap Akhid Nuryati.

Akhid menjelaskan, sektor pariwisata di Kulon Progo perlu diarahkan menuju wisata yang spesifik.

Tak hanya unsur keberagaman wisata yang ditonjolkan. Namun fokus pariwisata dalam menggali potensi juga perlu diperhatikan.

"Hal ini dikarenakan, Kulon Progo seakan tak memiliki ikon pariwisata yang ada. Ikon pariwisata ini tak berwujud fisik melainkan branding yang dibuat untuk menarik lebih banyak kunjungan," terangnya.

Ia mencontohkan pariwisata Kulon Progo yang memiliki keunggulan wisata pantai.

Adanya design spesifik mengenai wisata, diharapkan mampu mengangkat nama Kulon Progo.

Juga mendongkrak kunjungan wisata di wilayah dengan slogan Binangun ini.

Pemkab diharapkan lebih fokus dalam menggarap wisata.

"Dalam menggarap wisata perlu ada kolaborasi antar OPD sekaligus leadership yang kuat," imbuhnya.

Akhid menjelaskan, pengembangan wisata tak hanya melibatkan 1 OPD sebagai pelaksana saja.

OPD lain juga harus terlibat mendukung pengembangan wisata lintas sektoral.

Contohnya, Dinas Kebudayaan mengadakan atraksi kesenian daerah dapat berkolaborasi dengan Dinas Pariwisata menyusun tempat wisata untuk atraksi.

Sehingga efisiensi anggaran, dan ketepatan tujuan dapat dimanfaat secara kolaboratif.

Senada dengan Akhid, Sekretaris Komisi IV DPRD Kulon Progo Istana menjelaskan, masih banyak hal yang perlu diperbaiki dalam pengembangan wisata.

Khususnya strategi dalam membentuk iklim wisata.

"Perlu zonasi wisata, misal Girimulyo dan Samigaluh memiliki air terjun, tapi harus variatif," ucap Istana.

Istana menjelaskan, zonasi diperlukan selain untuk mewujudkan wisata yang spesifik.

Tetapi juga menunjukkan adanya variasi wisata yang ada di Kulon Progo.

Ia mencontohkan zonasi Girimulyo dan Samigaluh sama-sama memiliki air terjun.

Namun dalam pengembangan wisatanya perlu tambahan branding kuat, misalnya Girimulyo dengan wisata efukasi perkebunan.

Upaya spesifikasi dan penyedian wisata yang tidak duplikatif diharapkan dapat menjaga angkan kunjungan wisata.

Menurutnya, wisata di Kulon progo sudah mencapai titik jenuh.

Sehingga banyak terjadi penurunan angka kunjungan yang berdampak pada masyarakat.

"Orientasi wisata harusnya bersifat pengembangan, bukan sekedar penampilan atraksi," ucapnya.

Sehingga perlu pengkajian ulang terkait penggunaan anggaran untuk acara atraksi. (gas)

 

Editor : Meitika Candra Lantiva
#pengembangan #kolaborasi #OPD #DPRD Kulon Progo #Pariwisata #Wisata #Pemkab Kulon Progo #dorong #iklim #lebih #spesifik #belum optimal