RADAR JOGJA - Alokasi pupuk subsidi di Kulon Progo naik dua kali lipat dibandingkan tahun lalu. Jika dirinci, pupuk urea subsidi yang semula 5,1 ton, naik menjadi 8,8 ton. Pupuk NPK semula 4,2 ton, naik menjadi 9 ton. Sedangkan pembagian setiap kapanewon disesuaikan dengan jumlah lahan pertanian.
"Distribusinya menggunakan kartu tani," ucap Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kulon Progo Drajat Purbadi kemarin (7/5).
Menurutnya, kenaikan alokasi pupuk terjadi di seluruh DIJ. Rerata kenaikan pupuk urea sebesar 71 persen, sedangkan pupuk NPK 114 persen. Alokasi pupuk urea semula 28,8 ton, naik menjadi 49,2 ton. Pupuk NPK dari 19,8 ton, naik menjadi 42,4 ton.
Sebelumnya, Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian RI Suwandi menyebut, alokasi pupuk telah diputuskan berdasarkan Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 01 Tahun 2024 tentang Perubahan atas Permentan Nomor 10 Tahun 2022.
Alokasi pupuk yang naik diharapkan mampu menjawab kekhawatiran petani memperoleh pupuk yang terjangkau. "Proses distribusi akan diawasi, agar alokasi pupuk subsidi tepat sasaran," ucap Suwandi.
Suwandi menjelaskan, pendistribusian akan dilakukan secara bertahap. Petani dapat menggunakan kartu tani untuk memperoleh pupuk subsidi. Selain itu petani juga dapat menggunakan KTP untuk membeli. Asalkan petani sudah terdaftar pada sistem kartu tani. (gas/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita