Dalam rentang waktu sehari keempat insiden tersebut menyebabkan 3 orang meninggal dunia.
Adu Banteng Bus Pariwisata VS Truk, 2 Orang Meninggal Dunia
Kejadian nahas menimpa sebuah bus pariwisata dengan 58 penumpang serta 3 awak bus.
Bus pariwisata Subur Jaya Makmur Z 7627 EZ ditabrak oleh truk pengangkut pakan R 9738 IE.
Kecelakaan terjadi di Barat Pertigaan Milir tepat di tikungan, sekitar pukul 02.30 WIB, Sabtu (4/5).
"2 korban meninggal dunia, sedangkan korban lainnya mengalami luka dirujuk ke RSUD Wates," ucap Kanit Gakkum Polres Kulon Progo Ipda Tanto Kurniawan, Sabtu (4/5).
Ipda Tanto menjelaskan, kronologi awal bus pariwisata hendak menuju Kabupaten Purworejo dari Kabupaten Jember.
Bus tersebut mengangkut rombongan keluarga yang hendak mengikuti acara reuni keluarga.
Rombongan keluarga melewati Jalan Jogja-Wates, dari arah timur ke barat. Sedangkan dari arah berlawanan melaju truk pengangkut pakan.
Sesampainya di TKP terjadi tabrakan.
Tabrakan terjadi akibat truk pengangkut pakan melaju melebihi marka jalan, sehingga membuat tabrakan tak terhindarkan.
Baca Juga: Edi Haryanto, Salurkan Hobi Berburu lewat Lomba
Kedua kendaraan tersebut sebenarnya telah membanting stir ke sisi kiri jalan. Hingga menabrak pembatas jalan dan berhenti setelah masuk selokan.
Akibat kejadian itu 2 penumpang meninggal dunia.
Korban yang mengalami luka langsung dibawa ke RSUD Wates.
Sedangkan yang tak mengalmi luka dievakuasi di Polres Kulon Progo.
Ugal-Ugalan L300 Tabrak Pemotor dan Pagar Rumah Warga, 1 Korban Meninggal Dunia
Sekitar pukul 11.00 WIB benturan keras terjadi di Jalan Ki Josuto, tepat di depan Gedung Kesenian, Kapanewon Wates, Sabtu (4/5).
Tabrakan terjadi akibat L300 menabrak 2 motor serta menabrak pagar rumah, dan miring ham.
"Kecelakaan mengakibatkan 1 orang pengendara sepeda motor mio meninggal dunia," ucap Kanit Gakkum Polres Kulon Progo Ipda Tanto Kurniawan, Sabtu (4/5).
Ipda Tanto menjelaskan, L300 dengan nomor polisi AB 8721 FC dikemudikan Ridwantoro (24), melaju dari arah barat ke timur.
Pickup tersebut melaju dengan kecepatan tinggi, dan berjalan melebihi marka jalan.
Dari arah berlawanan terdapat 2 sepeda motor, Mio J AB 5658 SL dikendarai Priyanto (43. Tepat dibelakangnya juga terdapat sepeda motor vario AB 4011 QL dikendarai Aldi Pangestu (23).
Sesampainya di TKP, karena L300 tak melaju tak terkendali kecelakaan terjadi.
Pickup menabrak motor Mio J dan motor djbelakangnya. Priyanto yang mengendarai Mio J terpental. Sedangkan Aldi pengendara Vario terdorong.
"Pickup sempat menabrak pagar serta tiang telepon dan berhenti setelah terguling miring," ucap Ipda Tanto.
Kejadian tersebut membuat Priyanto meninggal dunia ditempat, motor korban juga mengalami rusak parah.
Sedangkan Aldi pengendara Vario hanya mengalami luka lecet, dan body motor depan rusak parah. Pengemudi L300 juga mengalami luka.
Ketiga korban kemudian dilarikan ke RSUD Wates.
Mobil vs Motor Dipertigaan Demen
Kejadian laka lain terjadi di Jalan Wates-Purworejo, tepat dibawah flyover perlintasan KA Bandara YIA.
Laka melibatkan 2 kendaraan yaitu, sepda motor Yamaha Lexi AB 4885 BP dengan mobil Daihatsu Sigra AB 1370 IZ yang dikendarai oleh Lanjar Wahyu (29).
Menurut saksi mata Sajimin, kronologi bermula ketika sepeda motor hendak menyeberang dari arah utara Bulak Kaligintung ke arah barat menuju Jalan Wates-Purworejo.
Namun dari sisi timur melaju mobil Sigra dengan kecepatan sedang karena rambu lalu lintas masih berwarna hijau.
Motor yang menyebrang memotong jalan milik mobil, sehingga tabrakan tak terhindarkan. Mobil sempat mengerem dan banting stir.
Namun motor tetap tertabrak dibagian belakang. Karena mobil melaju tak terkendali, mobil menabrak portal batas ketinggian kendaraan.
"Mobil sempat miring setelah menabrak portal, sedangkan motor rusak setelah ditabrak," ucap Sajimin.
Sajimin menjelaskan, kedua pengemudi mengalami luka ringan langsung dilarikan ke RS Amalia Temon.
Menurutnya kejadian laka dititik tersebut seringkali terjadi.
Hal ini karena banyak kendaraan yang hendak menyebrang namun dengan cara memotong jalan.
Menurutnya lebih baik lampu lalu lintas dipindah agak kearah barat. Untuk mengakomodir arus dari arah utara.
Baca Juga: Berikut Sejumlah Tips Berburu Sunrise di Objek Wisata Watu Payung Gunungkidul Yogyakarta
Kanit Gakkum Polres Kulon Progo Ipda Tanto Kurniawan menjelaskan, kejadian tersebut disinyalir akibat beberapa faktor.
Menurutnya wilayah Kulon Progo merupakan titik dimana pengemudi merasa kelelahan setelah perjalanan jauh, sehingga kebanyakan pengemudi tak konsentrasi akibat kelelahan.
Selain itu, faktor pelanggaran lalu lintas juga mempengaruhi adanya kecelakaan. Pelanggaran seperti melebihi batas kecepatan dan marka jalan dapat berpotensi menombulkan kecelakaan.
"Kecelakaan berawal dari pelanggaran," ucap Ipda Tanto.
Ipda Tanto mengimbau, agar pengguna jalan mematuhi aturan yang ada. Selain itu pengguna diharapkan bisa beristirahat apabila kelelahan diperjalanan.
Editor : Bahana.