Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Menengok Suasana Ujian Sekolah Luar Biasa di Kulon Progo

Anom Bagaskoro • Jumat, 3 Mei 2024 | 23:48 WIB
Suasana kelas di SLBN 1 Kulon Progo saat peserta ujian mengerjakan soal.
Suasana kelas di SLBN 1 Kulon Progo saat peserta ujian mengerjakan soal.

KULON PROGO - Sekolah luar biasa (SLB) juga mengadakan ujian sekolah.

Beda tapi tak sama, ujian di SLB memang lah khusus.

Tak hanya perihal soal ujian, tetapi juga perihal pendampingan selama proses ujian.

Namun secara garis besar ujian berlangsug sama seperti sekolah pada umumnya.

"Tahun ajaran 2023/2024 sekolah kami, mengadakan ujian sekolah dengan 3 jenjang," ucap Kepala SLBN 1 Kulon Progo Siti Nurhayati, saat ditemui Radar Jogja, Jumat (3/5/2024).

Siti menjelaskan, ujian merupakan kegiatan yang sudah ada sejak dulu, sam dengan sekolah reguler lainnya.

Walaupun dengan jurusan dan jenjang yang sesuai dengan keistimewaan peserta didik.

Terdapat murid dengan hambatan penglihatan, pendengaran, intelektual, gerak, dan autis.

Dalam mengadakan ujian di SLB, puhaknya menyusun kepanitian untuk mengawal ujian.

Hal ini mengingat begitu kompleksnya ujian SLB. Dan di SLBN terdapat 3 jenjang, yaitu SMA LB, SMP LB, dan SD LB.

Sehingga perlu pentuan pendamping yang sesuai.

Dari segi soal ujian yang diberikan kepada peserta didik.

Baca Juga: Pengurus Daerah Muhammadiyah Bantul Mulai Didekati Parpol untuk Pilkada 2024, Partai Mana Saja yang Merapat?

Sekolah juga melakukan penyesuaian dengan kemampuan peserta didik.

Yang mana pihak sekolah melakukan penyesuaian dengan bantuan tim editor soal ujian.

Senada dengan Siti, Ketua Panitia Ujian SLBN 1 Kulon Progo Supiyah membenarkan ujian di SLB sedikit berbeda dengan sekolah reguler.

Perbedaanya dalam pembagian jumlah ruangan dengan siswa. 1 kelas dapat berisi 3-5 siswa.

Menyesuaikan dengan kondisi pendamping.

"Satu kelas diisi 2 guru, 1 guru untuk mengisi daftar hadir, dan guru lainnya mendampingi siswa," ucap Supiyah.

Supiyah menjelaskan, tugas guru pendamping siswa dalam ujian untuk membantu peserta.

Guru akan membacakan soal ujian, atau mengarahkan siswa apabila siswa tak memahami konteks soal.

Terkadang siswa dengan hambatan tertentu kesulitan memahami soal.

Sehingga diperlukan pendampingan khusus agar siswa bisa menjawab.

Pihak sekolah sebenarnya juga telah mengedit soal dengan menambahkan gambar untuk mempermudah peserta ujian.

"Diperlukan gambar tidak hanya kalimat, untuk mempermudah peserta didik," ucapnya.

Supiyah menuturkan, ujian saat ini telah dilaksanakan di jenjang SMA LB.

Baca Juga: Angel Di Maria Bakal Merapat ke Inter Miami, Kans Bermain Bersama lionel Messi lagi?

Dengan jumlah siswa 15 peserta ujian, Tunarungu 6 peserta, Tuna Graita Ringan 6 peserta, dan sedang 3 peserta.

Total peserta ujian dari 3 jenjang terdapat 38 peserta ujian.

Sementara itu, Ahmad Naufal Rifai siswa yang mengikuti ujian merasa tak kesusahan dalam mengerjakan soal.

Dirinya hanya menemui beberapa soal yang kesulitan dipahami.

"Bisa mengerjakan, karena tadi dibantu guru," ucapnya

Selama ini ia terus bersekolah di sekolah tersebut sejak SD LB. Dalam hal persiapan ujian. Dirinya mengaku belajar dengan giat dengan pendampingan guru dan orangtua. (gas)

Keterangan Foto:
1. Serius: Suasana kelas saat peserta ujian mengerjakan soal. (Anom Bagaskoro)

Editor : Meitika Candra Lantiva
#peserta didik #SLB #sekolah luar biasa #Siswa #suasana #SLBN 1 Kulon Progo #Ujian #pendamping