KULON PROGO - Pendataan dan pengukuran bidang tanah terimbas tol telah dilakukan sejak, Kamis (2/5/2024).
Jadwal pendataan sebelumnya telah dikordinasikan oleh warga melalui perangkat kalurahan masing.
Terdapat dua padukuhan yang terjadwalkan untuk melakukan pendataan, yaitu Kalipenten, Kalurahan Kaliagung dan Derwolo, Kalurahan Pengasih.
"Berjalan kondusif, masyarakat antusias mengikuti pendataan," ucap Jagabaya Kalurahan Kaliagung Israhmanta, saat ditemui Radar Jogja, Jumat (3/5/2024).
Israhmanta menjelaskan di hari pertama pendataan, masyarakat dikumpulkan terlebih dahulu.
Setelah dikumpulkan dan melakukan kordinasi.
Tim survey bersama warga akan mendatangi bidang tanah.
Masyarakat akan menyaksikan langsung pendataan.
Terdapat 20 bidang tanah milik warga yang didata.
Mayoritas budang tanah merupakan tanah sawah dan tanah pekarangan.
Hanya ada 1 rumah terkena trase tol, itupun bangunan rumah hanya sebagian.
Saat selesai pendataan pemilik akan dimintai konfirmasi kebenaran data perhitungan aset.
Aset yang masuk dalam pendataan antaralain, rumah, tanah, dan tanaman yang di detail oleh tim survey.
Setelah mengecek pendataan, pemilik bidang tanah akan menandtangani dokumen pendataan.
Ditemui beberapa kasus bidang tanah yang semuanya terkena trase tol.
Bagi bidang tanah yang terkena dengan tersisa kurang dari 100 m² luas bidang tanah maka akan dilanjutkan pengukuran.
Sedangkan bagi yang melebih 100 m² sisa tanahnya maka dibutuhkan pengajuan untuk mendapat ganti rugi secara penuh.
"Kami belum melakukan pengukuran karena fokus untuk pendataan terlebih dahulu," ucapnya.
Berbeda dengan Kalipenten, Tim Survei yang diterjunkan di Padukuhan Derwolo telah melakukan pengukuran dan pendataan.
Ketika ditemui Radar Jogja, Dukuh Derwolo Yuli Nugroho menjelaskan sebagian warga yang terkena tol memang sudah menunggu pendataan.
Semenjak pematokan awal dan sosialisasi warga menunggu sekian lama untuk kegiatan pendataan.
Selain itu warga juga penasaran dengan jumlah ganti untung yang nantinya akan diterima.
Sebagian besar warga berharap ganti untung bisa digunakan untuk membeli tanah dan rumah yang baru.
"Warga menunggu ganti untung, baru mereka membeli tanah baru," ucap Yuli.
Yuli menjelaskan, di Padukuhan Derwolo terdapat 4 rumah warga yang terimbas rencana pembangunan tol.
Di hari pertama tim pengukuran melakukan ukur pada 11 bidang.
Sedangkan tim pendataan melakukan pendataan pada 4 lokasi.
Dengan bidang tanahnya didominasi pekarangan dengan tumbuhan keras.
Selama proses pendataan dan pengukuran, terdapat kendala yang sitemui tim survei.
Untuk tim pengukuran kesulitan menemukan sinyal.
Sedangkan tim pendataan kesulitan menerjang medan yang didominasi dataran terjal.
Sementara itu, salah satu pemilik bidang tanah Samiyem (68) menjelaskan, dirinya sudah menunggu kegiatan pendataan.
Samiyem salah satu warga terimbas pembangunan tol, memiliki bangunan rumah 96m², dengan beberapa luasan pekarangan.
"Wes nerimo, sing penting gik ndang cair kanggo tuku lemah," ucap lansia tersebut.
Samiyem menjelaskan dirinya menginginkan segera ada pencairan. Karena dirinya ingin segera berpindah.
Ia sendiri msudah mencari tempat berpindah bagi dirinya dan anaknya. (gas)
Editor : Meitika Candra Lantiva