Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Pasca Nobar, Alun-alun Wates Kulon Progo Dipenuhi Sampah, Mayoritas Penonton Buang Sampah Sembarangan

Anom Bagaskoro • Selasa, 30 April 2024 | 20:27 WIB
Suasana nobar pertandingan semifinal timnas Indonesia U-23 vs Uzbekistan di Alun-alun Alwa Kulon Progo, Senin (29/4/2024) malam. Penonton memadati Alwa untuk mendukung timnas berlaga.
Suasana nobar pertandingan semifinal timnas Indonesia U-23 vs Uzbekistan di Alun-alun Alwa Kulon Progo, Senin (29/4/2024) malam. Penonton memadati Alwa untuk mendukung timnas berlaga.

KULON PROGO - Pasca acara nonton bareng (nobar) pertandingan sepakbola semifinal timnas Indonesia U-23 vs Uzbekistan di gelar Senin (29/4/2024) malam, Alun-alun Wates (Alwa) Kulon Progo dipenuhi sampah.

Sampah berserakan, tersebar di titik area yang sebelumnya dipenuhi penonton hingga di sekeliling Alwa.

"Banyak sampah yang berserakan di area penonton, karena banyak yang nobar dan meninggalkan sampah di area," ucap Kepala UPT Persampahan, Air Limbah dan Pertamanan (PALP) Budi Purwanta, saat ditemui Radar Jogja, Selasa (30/4/2024).

Budi menjelaskan, sekitar 60 persen penonton membuang sampah sembarangan.

Sampah didominasi produk plastik pangan yang dikonsumsi penonton.

Banyak penonton mengkonsumsi makanan dan minuman yang dijajakan di seputaran Alwa, tanpa mempedulikan sampah yang dihasilkan.

Padahal banyak pedagang kaki lima yang menyediakan tempat sampah untuk pengunjung yang membeli dagangannya.

Selain itu, di Alwa terdapat ratusan tempat sampah yang disediakan pemkab untuk masyarakat. Karena merupakan ruang publik.

Tumpukan sampah di pojokan alwa yang dikumpulkan petugas kebersihn, Selasa (30/4/2024) pagi, pasca digelarnya acara nobar pertandingan semifinal timnas Indonesia U-23 vs Uzbekistan.
Tumpukan sampah di pojokan alwa yang dikumpulkan petugas kebersihn, Selasa (30/4/2024) pagi, pasca digelarnya acara nobar pertandingan semifinal timnas Indonesia U-23 vs Uzbekistan.

"2 kali lipat sampahnya dibanding hari normal, walaupun tidak banyak mempengaruhi timbulan sampah keseluruhan," ucap Budi.

Menurutnya, jumlah sampah yang dihasilkan aktivitas Alwa dihari normal hanya berkisar 3 kubik atau 400 kg.

Namun ketika saat nobar kenaikan terjadi 2 kali lipat, yaitu sekitar 1 ton atau 7 kubik. Sampah tersebut diangkut dengan 1 truk sampah.

Budi menjelaskan, pembersihan sampah pasca nobar dilakukan oleh 10-15 personil.

Pembersihan dilakukan pada malam hari usai penonton membubarkan diri.

Menurutnya personil tersebut cukup untuk membersihkan sampah yang terpusat.

Berbeda penanganan dengan sampah yang tersebar saat acara pawai dan sebagainya.

Menjadi masalah baru ketika terdapat banyak sampah yang dibuang penonton di tempat tersembunyi.

Banyak petugas yang menemukan sampah di pot tanaman, dan diselipkan di tanaman pagar.

Saat malam hari, sampah yang tersembunyi tidak terlihat petugas. Sehingga di pagi hari petugas perlu menyisir kembali area yang disinyalir terdapat sampah.

"Selalu ada sampah apabila ada keramaian, tapi banyak masyarakat yang sudah sadar untuk membuang sampah di tempatnya," ucapnya.

Budi menjelaskan fenomena ini tak hanya terjadi sekali.

Namun, setiap ada kegiatan yang menimbulkan keramaian banyak sampah bertebaran di lokasi.

Padahal pihaknya selalu menghimbau agar masyarakat membuang sampah pada tempatnya.

Pihaknya tak bisa berbuat banyak, karena masalah penggunaan Alwa merupakan kewenangan Dinas Pariwisata.

UPT hanya memberikan bantuan dalam pengelolaan sampah.

"Dari Dinpar memberikan kontribusi honorarium lembur bagi petugas kebersihan yang melakukan pembersihan pasca nobar," tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kulon Progo Joko Mursito, sebenarnya telah menghimbau agar pengunjung Alwa menjaga kebersihan.

Himbauan ini bahkan di sampaikan sebelum dan saat istirahat permainan sepakbola yang disajikan.

Menurutnya, jumlah pengunjung nobar pertandingan antara Indonesia dan Uzbekistan mencapai 7-8 ribu.

Pengunjung tumpah ruwah dan memadati 3 titik nobar yang berada di tengah Alwa.

Namun titik terpadat berada di panggung utama karena menyajikan layar lebar dan hiburan. (cr7)

 

Editor : Meitika Candra Lantiva
#dinas pariwisata #pertandingan #buang sampah sembarangan #kebersihan #Kulon Progo #Sepakbola #Indonesia U 23 vs Uzbekistan #makanan dan minuman #pasca #semifinal #Dipenuhi #tempat sampah #Sampah #nobar #plastik #membersihkan sampah #penonton #ruang publik #Alun-alun Wates