KULON PROGO - Pilkada Serentak 2024 bakal digelar pada 27 November 2024 mendatang.
Hal ini akan memantik perhatian banyak pihak, kaitan dengan kontestasi politik daerah, yang mana masyarakat akan memberikan suara untuk calon kepala daerah.
Partai Gerindra sebagai partai pengusung Capres dan Cawapres terpilih, Prabowo Gibran menunjukkan fokusnya pada Pilkada.
Tak ingin kalah dengan kontestasi politik nasional, Gerindra siap meramaikan kontestasi politik daerah.
Keseriusan partai ini terlihat pada target yang ditetapkan.
"Gerindra memiliki target memenangkan pilkada 2024," ucap Wakil Sekretaris Jendral Dewan Pembina Pusat (DPP) Gerindra Ahmad Subagyo, saat ditemui usai kegiatan bedah buku, Sabtu (27/4).
Ahmad menjelaskan, target kemenangan pilkada berada pada seluruh daerah yang mengikuti perhelatan tersebut.
Perlu diketahui terdapat 37 provinsi, dan 508 kabupaten/kota yang ikut serta dalam pilkada serentak.
Secara terang-terangan Ahmad menjelaskan, target pilkada berkaitan dengan Gerindra yang akan mengusung calon bupati ataupun calon wakil bupati.
Gerindra tak membatasi hanya mengusung calon bupati saja. Hal ini mengikuti dinamika politik daerah.
Tujuan memenangkan pilkada diberbagai daerah tak terlepas dengan hubungan antara pusata dengan daerah.
Diharapkan dengan terpilihnya cabup maupun cawabup dari Gerindra dapat mensinkronkan antara program pusat dan daerah.
"Kami tidak membuka pendaftaran, kami aktif melakukan inventarisasi calon potensial," tuturnya.
Inventarisasi calon potensial yang dilakukan Gerindra, berfokus pada kader partai.
DPC serta DPD membuka seleksi, dan hasilnya akan dilimpahkan ke DPP Gerindra.
Dari DPP akan diproses untuk menghasilkan calon bupati maupun cawabup yang diusung.
Ahmad menegaskan, Prabowo dan sekjennya memiliki keputusan mutlak dalam penentuan calon. Sehingga diharapakan DPC dan DPD dapat menerima hasil yang telah disepakati.
"Kami sudah membuat garis, siapapun yang dicalonkan, lepas dari riak dan dinamika politik, semua harus tegak lurus," tuturnya.
Kendati, akan menimbuljan terjadinya konflik internal akibat keputusan yang tak sepaham.
Ahmad meyakini bahwa kader Gerindra akan mematuhi dan berpedoman pada keputusan tersebut. Sehingga tidak ada konflik internal yang akan terjadi saat pencalonan.
Sebelumnya, Sekretaris Dewan Pembina Cabang (DPC) Gerindra Kulon Progo Ady Sutrisno menjelaskan, pihaknya telah melakukan penjaringan kader.
Dalam hal ini, nama Wakil Ketua DPD Gerindra DIJ Marija telah mendapatkan lampu hijau. Sedangkan calon potensial lainnya yaitu, Sukamta dan Novida.
"Sesuai instruksi kami melakukan penjaringan yang fokus untuk pencalonan bupati Kulon Progo," ucap Ady.
Ady menjelaskan, ketiga calon potensial telah menjalin komunkasi terhadap Gerindra.
Selain itu, komunikasi ketiga balon intesif dalam membangun koalisi dengan partai lain.
Pembangunan koalisi, tak terbatas pada partai pengusung Koalisi Indonesia Maju (KIM) yang mengusung paslon Prabowo-Gibran.
Koalisi pada Pilkada 2024 dimungkinkan untuk menarik partai non KIM. Hal ini berkaitan dengan dinamika politik di daerah. (cr7)
Editor : Meitika Candra Lantiva