RADAR JOGJA - Berkumpul sejak pagi hari, ratusan warga Kalurahan Banaran dan mahasiswa melakukan kegiatan bersih pantai dan penanaman pohon mangrove di sekitar Pantai Trisik.
Sebelumnya mereka mangadakan bazar UMKM dan talkshow yang digelar oleh para kolaborator. Rangkaian acara tersebut merupakan upaya kepedulian masyarakat atas dampak abrasi pantai yang telah terjadi di Pantai Trisik.
"Ini murni inisiasi masyarakat untuk melakukan penanaman dan bersih pantai," ucap Lurah Banaran Haryanta, kemarin (28/4).
Haryanta menjelaskan, usulan masyarakat ini disambut baik oleh beberapa kolaborator lain yang ikut serta, seperti Pokdarwis, dan akademisi. Sebab, tujuannya dapat menjaga ekosistem pesisir pantai.
Dua kegiatan tersebut memiliki tujuan yang beragam. Untuk penanaman pohon diharapkan mampu mengurangi dampak abrasi pantai akibat air laut maupun angin. Jenis pohon yang ditanam di antaranya mangrove dan pandan laut.
Sebelumnya, Kalurahan Banaran juga telah melakukan penanaman mangrove yang tak terhitung jumlahnya. Selain mangrove pandan laut juga diklaim sebagai tanaman untuk mencegah abrasi.
Warga Banaran khususnya yang bekerja di objek wisata menginginkan keadaan pantai yang bersih. Hal ini dijadikan upaya dalam memberikan kenyamanan pada pengunjung wisata."Lebih 200 mahasiswa dan warga masyarakat yang mengikuti kegiatan ini," ucap Haryanta.
Haryanta menjelaskan, kolaborasi masyarakat dengan para akademisi seperti mahasiswa dapat mengupayakan pencegahan kerusakan alam yang berdampak langsung pada masyarakat.
Alfian Firmansyah salah satu mahasiswa yang ikut serta dalam kegiatan mengaku cukup tertarik. Selain berhubungan dengan Tri Dharma Perguruan tinggi, kegiatan tersebut juga menerapkan ilmu kebumian yang dipelajarinya."Untuk yang ditanam itu bibit pandan laut di sekitar Pantai Trisik," ucap Alfian.
Baca Juga: Jaga Ekosistem Pesisir, Tanam Ribuan Pohon Mangrove di Kadilangu
Menurutnya penanaman bibit pandan laut cukup efektif dalam mencegah abrasi. Terlebih di daerah Pantai Trisik dengan ombak dan angin yang menerpa cukupu kencang. Sehingga penanaman dapan menjaga ekosistem yang ada.
Alfian menjelaskan, selama kegiatan sebagai mahasiswa dirinya bisa berkolaborasi dengan masyarakat langsung. Menurutnya peran masyarakat menjadi sentral dalam penanggulangan kerusakan ekosistem akibat abrasi. (cr7/din)
Editor : Satria Pradika