RADAR JOGJA - Tema Hari Otonomi Daerah tahun ini adalah "Otonomi Daerah Berkelanjutan Menuju Ekonomi Hijau dan Lingkungan yang Sehat" dimaknai harapan memperkokoh komitmen, tanggung jawab dan kesadaran seluruh jajaran Pemerintah Daerah akan amanah dan tugas untuk keberlanjutan pengelolaan SDM dan lingkungan hidup untuk menciptakan masa depan yang berkelanjutan.
Hal itu disampaikan oleh Pj. Bupati Kulon Progo, Ni Made Dwipanti Indrayanti seusai menghadiri upacara peringatan Hari Otonomi Daerah XXVIII di Taman Surya, Balai Kota Surabaya, Kamis (25/4).
Presiden Joko Widodo diwakili oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menyematkan tanda kehormatan Satyalancana Karya Bhakti Praja Nugraha kepada 14 kepala daerah berprestasi. Dari ke-14 nama kepala daerah itu, salahsatunya Bupati Kulon Progo periode 2017-2022, Drs. H. Sutedjo.
"Peringatan Hari Otonomi tersebut juga sebagai momentum untuk memaknai kembali arti filosofi dan tujuan otonomi daerah," kata Ni Made Dwipanti Indrayanti.
Dia menambahkan, "Saya atas nama pribadi dan Pemerintah Daerah Kulon Progo mengucapkan selamat kepada Bapak Drs. H. Sutedjo, Bupati Kulon Progo periode 2017 – 2022 yang pada kesempatan peringatan Hari Otonomi tahun ini menerima penghargaan Satyalancana Karya Bhakti Praja Nugraha, yang merupakan penghargaan Pemerintah Daerah Berkinerja Tinggi.”
Prestasi ini sangat membanggakan dan dapat menjadi spirit seluruh masyarakat Kulon Progo. Semoga penghargaan yang diperoleh dapat menjadi inspirasi bagi semua pihak untuk bekerja dengan penuh tanggung jawab dan loyalitas sebagai upaya membangun daerah menuju tercapainya masyarakat yang sejahtera."
Penghargaan untuk Sutedjo merupakan kali kedua. Pada 2022 lalu juga menerima Tanda Kehormatan Satya Lencana Wira Karya dari Presiden di Kabupaten Wakatobi Sulawesi Tenggara, karena dinilai berhasil mendayagunakan kawasan pantai yang sebelumnya tidak produktif menjadi produktif dengan berbagai tanaman hortikultura seperti cabe melalui inovasi di bidang pertanian.
"Tahun ini saya dianugerahi Tanda Kehormatan Satya Lencana Karya Bhakti Praja Nugraha, karena dinilai berhasil dalam evaluasi Kinerja Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah, khususnya pelestarian dan ekosistem lingkungan hidup yang sehat," ujar Sutedjo ditemui seusai acara.(din)