RADAR JOGJA - Suasana ramai terlihat di ruko sekitar Stasiun Wates, sejak beroperasionalnya kembali bebebapa jasa ekspedisi via kereta api. Sebelumnya selama lebaran, jasa ekspedisi menggunakan kereta libur sementara. Namun, setelah dibuka kembali ekspedisi langsung kebanjiran order pengiriman barang.
"Baru saja buka kembali, ini sudah mulai banyak paket yang akan dikirim," ucap Kepala Perwakilan Kantor Ekspedisi Karunia Hari Susanto, saat ditemui Radar Jogja, Senin (15/4).
Hari menjelaskan, ekspedisi menggunakan jalur kereta mengalami titik maksimal pengiriman sejak dibuka kembali setelah libur lebaran. Pengiriman paket didominasi jenis barang makanan, yang merupakan barang milik pemudik. Setiap harinya pengiriman barang milik pemudik berkisar di 300 kg, di setiap kantor perwakilan.
Selain makanan, banyak pemudik juga mengirimkan beberapa oleh-oleh untuk dikirm ke perantauan. Bahkan beberapa pemudik ada yang mengirimkan hewan peliharaan seperti burung dan ayam. Menurut Hari, penggunaan moda kereta api untuk pengiriman paket menjadi pilihan utama. Apalagi bagi pemudik yang menginginkan barang miliknya segera sampai bersamaan dengan arus balik para pemudik. Bagi para pemudik unsur ketepatan waktu dipentingkan karena khawatir barangnya mudah rusak."Kebanyakan tujuan pengiriman ke arah Jawa Barat dan Jabodetabek," ucap Hari.
Dari sekian banyak barang yang dipaketkan, pemudik juga memaketkan sepeda motornya. Banyak pemudik yang pulang kampung ke daerah Kulon Progo menggunakan sepeda motor. Namun, ketika akan kembali ke perantauan, pemudik memaketkan kendaraanya.
Menurut Hari, hal itu bisa terjadi karena para pemudik lebih memilih menghemat tenaga. Karena saat mudik dan balik menggunakan sepeda motor akan mempengaruhi kesehatan. Terlebih saat arus balik, esok paginya para pemudik akan kembali bekerja seperti biasa.
Sementara itu, Handoyo pemudik asal Tangerang menjelaskan, dirinya lebih memilih memaketkan barang-barang, dibandingkan membawa saat arus balik. Barang yang dia paketkan berupa koper berisi pakaian, dan sebagian berupa oleh-oleh. "Sudah sering memaketkan barang-barang saat mau balik Tangerang," ucap Handoyo.
Sebagai pengguna layanan ekspedisi, dirinya merasa termudahkan dengan ekspedisi. Karena saat arus balik, banyak barang yang akan dibawa. Terutama makanan yang akan dijadikan sebagai oleh-oleh. (cr7/pra)
Editor : Satria Pradika