KULON PROGO – Ada yang berbeda dengan wilayah pesisir Pantai Glagah.
Tak hanya dipenuhi pengunjung yang menikmati libur lebaran.
Namun di sepanjang pesisir terpasang tanda police line, di titik teramai.
Pemasangan police line ini mencegah adanya pengunjung yang nekat berenang ataupun bermain di daerah berbahaya.
“Ombak pesisir selatan sedang tinggi, jadi lebih baik melakukan tindakan preventif,” ucap Koordinator Satlinmas Resceu Istimewa (SRI) Wilayah V Kulon Progo Aris Widyatmoko, saat ditemui di Pantai Glagah, Jumat (12/4).
Aris menjelaskan, selama beberapa hari kedepan ombak pesisir pantai selatan Kulon Progo akan tinggi.
Ombak dengan ketinggian 1-4 meter nantinya akan menerjang di beberapa pantai wilayah Kulon Progo.
Bahkan menurut pantauan cctv ombak di pesisir Pantai Glagah sempat menerjang area bersantai wisatawan.
Yang berada di stand payung yang disewakan oleh warga sekitar.
Sebenarnya pemasangan police line ini sudah dilakukan sejak Kamis (11/4).
Pemasangan dilakukan sebagai upaya pengingat bagi pengunjung untuk berada di area aman pesisir Glagah.
Baca Juga: Wonokromo Pleret Bantul Terkenal dengan Kawasan Kuliner Sate Klathak, Ini Daftar Warung Sate yang ada di Wonokromo
Selain Police line, Tim Sar juga menancapkan rambu dilarang berenang di sepanjang pesisir.
Pemasangan rambu ini, digunakan agar pengunjung tidak nekat berenang. Karena ombak Pantai Glagah terkenal cukup ganas menyeret pengunjung.
“Sampai saat ini, situasi masih aman terkendali,” ucapnya.
Aris menjelaskan, sejak H+1 lebaran pengunjung Pantai Glagah mengalami peningkatan.
Sehingga dibutuhkan pengamanan ekstra. Pengamanan dilakukan dalam bentuk menjaga kondusivitas dan pemberian himbauan.
Menurut Aris, banyak pengunjung yang sudah memahami aturan untuk tidak berenang ataupun mandi.
Ia juga tak menemui pengunjung yang ngeyel atau nekat mandi selama beberapa hari sebelumnya.
Dalam pengamanan pihaknya, mensiagakan 43 personel dari SAR, dengan dibantu beberapa jajaran terkait. 43 personil disiagakan di beberapa pantai Kulon Progo.
Baca Juga: Alami Trauma! Ini Kesaksian Korban Selamat dari Kecelakaan Bus Rosalia Indah di Tol Batang Semarang
Di Pantai Glagah, personil Sar disiagakan di beberapa titik ramai, dan berbahaya.
Personel yang terjun langsung di dekat pengunjung akan memeberikan himbauan secara persuasif.
Selain itu, personil tersebut akan mengambil tindakan apabila terdapat pengunjung yang berada dalam posisi berbahaya.
Sedangkan personil yang berada di posko akan memberikan himbauan menggunakan pengeras suara.
Dan memantau pengunjung yang berada di garis pantai.
Apabila terdapat pengunjung yang mendekati zona berbahaya, maka akan dihimbau oleh Tim Sar.
Sementara itu, salah satu pengunjung asal Bandung Hendi Pratama menjelaskan, dirinya mengapresiasi tindakan pencegahan yang dilakukan Tim Sar.
Dia tak merasa dirugikan dengan adanya police line, karena dirinya sengaja berkunjung ke Pantai Glagah untuk menikmati pemandangan.
“Kebetulan sedang mudik di Purworejo, sambil liburan di Kulon Progo,” ucap Hendi.
Baca Juga: Tempuh Jarak 700 Km dengan Sepeda! Goweser Ini Mudik dari Cikarang hingga Kulon Progo Yogyakarta
Hendi menjelaskan, dirinya sudah seringkali berkunjung di Pantai Glagah.
Ia tak kaget melihat karakteristik ombak Pantai Glagah yang tergolong tinggi.
Sehingga ia tak pernah memaksa untuk berenang ataupun mandi di area bibir panatai.
Baca Juga: Tidak Banyak yang Tahu! Ini Asal Usul Sate Klathak yang Populer di Kawasan Jejeran Wonokromo Bantul Yogyakarta
Hendi bersama keluarga lebih memilih menikmati pemandangan pantai dan bercengkrama dengan anggota keluarga lainnya.
Editor : Bahana.