KULON PROGO - Suasana sibuk menyelimuti, SDN Bugel sejak pagi hari, Selasa (2/4). Kesibukan tak hanya berkaitan dengan kegiatan belajar mengajar (KBM).
Namun, guru SDN Bugel tengah menyiapkan kepindahan setelah satu bulan lalu menerima kabar instruksi pengosongan. Sekolahnya harus dikosongkan sesegera mungkin.
Pengosongan sekolah ini, merupakan imbas dari pembangunan Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS).
SDN Bugel terletak di Padukuhan IV, Bugel, Kapanewon Panjatan terdampak pelebaran jalan untuk JJLS.
Setengah dari luas sekolah terdampak proyek tersebut, memaksa pihak sekolah memindahkan KBM ditempat yang kondusif.
"Pematokan sudah dilakukan sejak lama, tetapi untuk pengosongan baru disosialisasi kurang lebih 1 bulan lalu," ucap Kepala SDN Bugel Ngadikin, saat ditemui Radar Jogja di ruang kerjanya, Selasa (2/4).
Ngadikin menjelaskan, pihaknya harus merelokasi sekolah, dengan mendirikan sekolah baru yang berada didekat gedung lama.
Namun, untuk saat ini pihaknya hanya mampu melakukan relokasi sementara.
Relokasi sementara, tergolong mendadak karena, pihak sekolah baru menerima surat pengosongan gedung sekitar sebulan lalu.
Mnurutnya, SDN Bugel menyelenggarakan KBM dengan jumlah 107 murid, dengan 9 guru atau pengajar.
Sekolah ini menampung siswa yang berasal dari 4 padukuhan di Wilayah Bugel.
Membuat sekolah ini tergolong strategis dalam penyelenggaran pendidikan.
Selain terdampak proyek JJLS, sekolah terdampak pembangunan saluran air yang dibangun dari SPAM Kamijoro menuju YIA.
Menurut Ngadikin, pembangunan saluran tersebut mempercepat pengosongan sekolah, karena akan segera dibangun.
"Kami hanya bisa menerima instruksi dari pihak yang berwewenang," ucap Ngadikin.
Ngadikin menjelaskan, pihaknya telah mendapatkan lokasi relokasi sementara yang terletak sekitar 50 meter dari sisi utara bangunan lama.
Lokasi relokasi sekolah berada di rumah warga, yang sudah tak terpakai sejak lama.
Sekolah melakukan sewa di rumah warga, dengan menggunakan dana yang berasal dari Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Kulon Progo.
Pihaknya berencana merenovasi rumah warga yang rencananya akan digunakan sebagai ruang kelas sementara.
Hal tersebut, diperlukan agar selama KBM berlangsung siswa dapat belajar secara kondusif.
Ngadikin menjelaskan pihaknya sengaja menyewa 2 rumah agar KBM dapat berjalan kondusif.
"Setelah lebaran, KBM akan berlangsung di rumah warga," ucap Ngadikin.
Ngadikin menjelaskan, kendati sudah mendapatkan tempat relokasi sementara.
Pihaknya masih memerlukan waktu dalam menyiapkan pemindahan. Hal ini dikarenakan pemindahan hanya dilakukan oleh guru.
Saat ini, pihaknya tengah berusaha mengosongkan sekolah. Dengan memindahkan buku-buku, alat penunjang KBM, dan inventaris sekolah.
Pengosongan dilakukan secara sepihak oleh warga sekolah tanpa bantuan dari pihak lain.
Padahal instruksi pengosongan harus segera diindahkan, sebelum lelang bangunan yang nantinya akan segera digelar. (cr7)
Editor : Amin Surachmad