KULON PROGO - Momentum Ramadhan cukup menampar dunia pariwisata. Khususnya, bagi industri perhotelan, yang bertumpu pada aktivitas pariwisata.
Keadaan ini membuat Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kulon Progo memutar otak, agar mampu bertahan.
"Low season dan Ramadhan jumlah kunjungan mengalami penurunan sejumlah 25 persen," ucap Ketua PHRI Kulon Progo Sumantoyo, saat ditemui Radar Jogja di Plaza Kuliner, Senin (1/4).
Sumantoyo menjelaskan, low season sebenarnya terjadi di awal tahun sejak Januari hingga Maret.
Momentum Ramadhan juga menambah kurangnya gairah wisatawan untuk melakukan kunjungan. Akibatnya, pengaruh low season semakin menguat.
Menurutnya, hal ini sudah sering terjadi di tahun-tahun sebelumnya.
Penurunan okupansi selama Ramadhan, hampir sama dengan tahun-tahun sebelumnya. Sehingga, pihaknya merasa terdampak akibat kedua momentum yang secara bersamaan terjadi.
"Membuat pendapatan usaha mengalami penurunan, khususnya bagi hotel dan restoran," ucap Sumantoyo.
Kendati mengalami penurunan, PHRI menyiasati dengan berbagai cara.
Untuk usaha penyediaan makanan, seperti restoran biasanya memanfaatkan momen Ramadhan untuk membuat layanan buka bersama.
Sedangkan, bagi usaha penginapan seperti hotel. Biasanya tetap menjalankan penginapan, namun membuka lebih banyak reservasi untuk tempat bukber.
Selain itu, hotel juga menyediakan tempat untuk acara reuni yang digelar pada Ramadhan.
"Optimis okupansinya akan kembali stabil," ucap Sumantoyo.
Sumantoyo menjelaskan, dirinya optimistis dengan kenaikan okupansi kunjungan.
Hal ini mengacu pada momen lebaran, yang berkemungkinan akan mempengaruhi jumlah kunjungan.
Diharapkan dengan momen lebaran, dapat menutup biaya operasional selama low season.
Untuk memaksimalkan momen lebaran, pihaknya menyiapkan 750 unit kamar untuk menampung jumlah pengunjung.
Sekitar 700 kamar disediakan oleh 5 hotel yang terletak di Kulon Progo. (cr7)
Editor : Amin Surachmad