Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Jelang Lebaran Peminat Telur Asin Naik, Produsen di Kulon Progo Akui Kewalahan

Anom Bagaskoro • Senin, 1 April 2024 | 02:05 WIB
LARIS: Suharyati membalut telur bebek dengan racikan bumbu telur asin.
LARIS: Suharyati membalut telur bebek dengan racikan bumbu telur asin.

KULON PROGO - Tak hanya bahan pokok yang mengalami peningkatan minat masyarakat. Termasuk produk olahan telur asin. Permintaan mengalami peningkatan jelang lebaran.

Telur asin yang biasanya menjadi pendamping makanan pokok, saat lebaran biasanya disuguhkan dengan kudapan lainnya.

"Kalau lebaran telur asin biasanya disuguhkan saat menjamu tamu yang datang ke rumah," ucap Suharyati produsen telur asin, saat ditemui Radar Jogja di rumah produksi terletak di Padukuhan Sawahan, Kalurahan Banaran, Kapanewon Galur, Kabupaten Kulon Progo, Minggu (31/3).

Suharyati menjelaskan, jelang lebaran terjadi peningkatan jumlah peminat telur asin. Fenomena ini sudah menjadi hal yang umum baginya.

Beberapa pembeli bahkan rela jauh-jauh datang ke rumah produksi untuk memesan telur asin.

Menurutnya, peningkatan jumlah peminat ini diakibatkan karena masyarakat memilih menyajikan telur asin sebagai kudapan, bukan pendamping makanan. Hal ini, terjadi sekitar 3 tahun lalu.

"Biasanya setiap hari 500 butir telur, kalau lebaran 1.200 butir yang diproduksi," ucap Suharyati.

Suharyati menjelaskan, biasanya ia menjual telur asin hasil produksinya di harga Rp 2.800 hingga Rp 3.000.

Sedangkan, ia membeli telur bebek dari peternak dengan harga sekitar Rp 2.000.

Ia bisa mendapat untung dari penjualan berkisar Rp 800 per butir telur asin.

Hari biasa, ia menyetorkan telur asin di beberapa pasar ataupun rumah makan yang sudah dikenalnya sejak lama.

Namun jelang lebaran ini, setengah hasil produksinya sudah dipesan oleh beberapa orang. Para pemesan sudah jauh-jauh hari memesan untuk keperluan kudapan hari raya.

"Karena pemesanan banyak, jadi untuk pasar dan warung dikirim tiap 4 hari sekali," ucap Suharyati.

Suharyati menjelaskan, kendati memperoleh pemesanan cukup banyak, dirinya kewalahan. Hal ini terjadi, karena kekurangan suplai telur dari peternak.

Biasanya, ia memperoleh telur dari peternak sekitar rumahnya. Namun, saat ini telur dari peternak tidak mampu mencukupi.

Menurutnya, didasari dari pengakuan peternak. Penurunan suplai telur diakibatkan, produktivitas bebek petelur mengalami penurunan.

Hal ini diakibatkan oleh cuaca yang tak menentu, mempengaruhi perilaku bebek.

Penurunan jumlah suplai telur mempengaruhi harga telur bebek. Harga telur bebek mengalami kenaikan Rp 100 hingga Rp 500.

Kendati harga telur dari peternak naik, harga jual telur asin tetap sama. Sehingga membuat produsen gigit jari, tak menikmati kenaikan harga. (cr7)

Editor : Amin Surachmad
#telur asin #jelang lebaran #produk olahan