KULON PROGO - Laka laut kembali terjadi di Pesisir Pantai Glagah. Tepatnya, di Muara Sungai Serang-Glagah, Kapanewon Temon, Kabupaten Kulon Progo, Jumat (29/3).
Kejadian nahas itu terjadi sebelum berbuka puasa. Korban SE, 15, ditemukan tak bernyawa setelah terseret arus pertemuan antara sungai dan laut.
"Korban remaja 15 tahun, ditemukan meninggal dunia setelah terseret arus," ucap Koordinator Satlinmas Rescue Istimewa (SRI) Wilayah V Kulon Progo Aris Widyatmoko, saat ditemui Radar Jogja di TKP, Jumat (29/3).
Aris menjelaskan, sebelum kejadian terjadi Anggota Piket SAR Glagah sempat memperingatkan keluarga dan korban.
Peringatan itu tentunya beralasan. Sebab, korban dan keluarganya bermain air di tempat yang berbahaya.
Karena keluarga korban sudah menepi di tempat aman, pihak SAR kemudian meninggalkan tempat tersebut.
Tak lama setelah ditinggal, Tim SAR mendengar dan melihat 3 anggota rombongan keluarga tadi tengah menyeberang serta membutuhkan pertolongan.
"Melihat hal itu tim SAR langsung menolong rombongan keluarga," ucap Aris.
Tim SAR berhasil menyelamatkan 2 korban. 2 korban itu, mengalami luka lecet akibat terbentur dan terseret arus. Kemudian, korban dirujuk di RSU Rizki Amalia Temon.
Namun, salah seorang korban enggan untuk dirujuk karena khawatir dengan anggota keluarga lainnya.
Sedangkan, seorang korban yang terlalu jauh dari jangkauan SAR tak dapat diselamatkan.
Hal ini terjadi, karena korban menyebrang terlalu jauh ke arah selatan dan terseret arus.
Atis menjelaskan, Tim SAR langsung menerjunkan tim penyelamatan untuk mencari korban.
Tim SAR mengeluarkan alat penyelaman untuk mempercepat pencarian. Pencarian dilakukan dengan menyelam di muara sungai.
"Korban berhasil ditemukan sekitar pukul 17.30 WIB, dengan kondisi tak bernyawa," ucap Aris.
Saat penyelaman, Tim SAR tak sengaja menyenggol paha korban, yang saat itu tergulung pasir muara.
Kemudian korban diangkat ke darat. Langsung dilakukan pemeriksaan di RSUD Wates.
Usut punya usut, rombongan keluarga tersebut berniat menyebrang dari arah utara ke selatan. Mereka berencana ke seberang pantai untuk menikmati sunset.
Namun, karena arus tengah pasang, dan ketinggian air setinggi pinggang membuat mereka terseret arus. Terlebih, korban tak bisa berenang.
"Kondisi pasir juga labil, sehingga apabila diinjak akan membuat kaki terhisap," ucap Aris.
Adanya laka tersebut, menjadi pengingat. Aris menghimbau agar pengunjung pantai tidak berenang, mandi, atau menyebrang ke area pantai yang berbahaya.
Aris juga meminta agar pengunjung mengindahkan peringatan dari tim SAR yang selalu berjaga. Terlebih di saat musim liburan puasa ataupun lebaran. (cr7)
Editor : Amin Surachmad