Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Jelang Hari Raya, Disdagin Gencarkan Operasi Pasar di 12 Kapanewon di Kulon Progo

Anom Bagaskoro • Minggu, 24 Maret 2024 | 19:50 WIB

Antusias warga mengikuti operasi pasar di Balai Kapanewon Wates, Jumat (23/3).
Antusias warga mengikuti operasi pasar di Balai Kapanewon Wates, Jumat (23/3).
KULON PROGO - Kebutuhan bahan pokok jelang hari raya mengqlami kenaikan. Hal ini selalu terjadi disetiap tahunnya.

Untuk mengatasi jumlah ketersediaan dan keterjangkauan harga bahan pokok Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kabupaten Kulon Progo menggelar operasi pasar.

"Kami menggelar operasi pasar di 12 kapanewon, secara bertahap dimulai dari Kapanewon Wates," ucap Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Kulon Progo Sudarna, Jumat (23/3).

Pasar murah digelar secara bertahap, dan dipastikan setiap kapanewon akan digelar kegiatan serupa.

Menurut Sudarna, pasar murah dijalankan sebagai agenda kontrol harga dan ketersedian bahan pokok.

Hal ini mengingat setiap jelang hari raya harga bahan pokok mengalami kenaikan dan kelangkaan.

Bahan pokok yang dijual di pasar murah cukup bervariasi dan terjangkau dengan kantong masyarakat.

Antaralain, beras SPHP 5 kg Rp 51 ribu, beras premium 5 kg Rp 65 ribu, gula pasir Rp 14 ribu per kg, minyak goreng Rp 14,5 ribu, tepung beras Rp 7,5 ribu, dan tepung terigu Rp 10 ribu.

"Tidak perlu berebut, karena barangnya sudah dipatikan ada," ucap Sudarna.

Sudarna menanggapi perihal animo masyarakat yang luar biasa, membuat sebagian pembeli berebut.

Ia berharap masyarakat tidak berebut, karena stok yang disediakan melimpah. Sudarna menjelaskan terdapat 5 ton jumlah total dari komoditas yang diperjualbelikan.

Komoditas yang dijual telah disubsidi melalui program belanja tak terduga (BTT) APBD Kabupaten Kulon Progo.

Dengan nilai 200 juta dengan mensubsidi komoditas beras, gula pasir, telur, minyak goreng, dan terigu.

"Tidak ada batasan jumlah pembelian, asalkan masyarakan antri dan stok masih ada pasti dilayani," ucap Sudarna.

Sudarna menjelaskan tidak ada batasan pembelian bagi masyarakat.

Masyarakat bisa langsung datang ditempat-tempat yang mengadakan operasi pasar, dengan membawa KTP atau bukti identitas.

Untuk operasi pasar tahap pertama, terdapat 3 kloter operasi. Hal ini untuk membackup 12 kapanewon.

Kendati terdapat 3 kloter, Sudarna belum bisa memastikan selesainya operasi pasar, dikarenakan berkaitan dengan distribusi.

Sementara itu salah satu pembeli Maratun asal Kapanewon Wates menjelaskan, antusiasmenya mengikuti operasi pasar.

Ia membeli bahan pokok berupa, beras, gula pasir, minyak goreng, dan telur. Komoditas tersebut dinilai cukup penting baginya.

"Kalau bisa distok sampai lebaran, tergantung konsumsinya," ucap Maratun.

Maratun menjelaskan, bahan pokok yang diperjualbelikan di operasi pasar sangat murah.

Ia mencontohkan harga beras 5kg di pasar konvensional Rp 55 ribu. Sedangkan di operasi pasar Rp 51 ribu.

Maratun mengungkapkan, sebelum membeli komoditas di operasi pasar. Dirinya mengantri sejak jam 8.

Ia menyetorkan ktp, dan mendapatkan nomor antrian. Setelah itu, ia dipanggil dan membeli beras terlebih dahulu.

Kemudian dilanjutkan membeli bahan pokok lainnya seperti telur, minyak, ataupun terigu.

Menurutnya, operasi pasar perlu diselenggarakan kembali mengingat hari raya semakin dekat.

Sehingga masyarakat bisa terbantu denga ketersediaan bahan pokok yang terjangkau. 

 

Editor : Bahana.
#Kulon Progo #operasi pasar