KULON PROGO - Kumandang adzan Maghrib terdengar di Gereja Paroki Santa Maria Bunda Penasihat Baik Wates kemarin, Kamis (21/3/2024).
Peristiwa unik ini terjadi ketika acara buka puasa bersama di gereja tersebut.
Istri KH Abdurahman Wahid alias Gus Dur, Sinta Nuriyah hadir dalam buka bersama yang diselenggarakan untuk memupuk semangat persatuan dan kerukanan antar umat beragama.
Kegiatan ini juga dihadiri tokoh lintas agama, Gusdurian, dan kaum dhuafa.
Serta dihadiri ratusan masyarakat dari berbagai agama atau kepercayaan.
Acara ini berlangsung sejak pukul 15.30 WIB hingga 19.00 WIB.
"(Kegiatan ini, Red) merupakan kolaborasi antara pihak gereja dan program safari Ramadhan yang digagas oleh Ibu Sinta," ucap Pastor Gereja Paroki Santa Maria Bunda Penasihat Baik Wates Romo Aloysius Budi, usai pelaksanaan kegiatan, Kamis (21/3/2024).
Romo Budi menjelaskan, bahwa pihak gereja melalui dirinya dipercaya oleh pihak istri Gus Dur untuk membuat kegiatan tersebut.
Sebenarnya kegiatan itu rutin digelar oleh Sinta Nuriyah setiap bulan Ramadhan.
Sebenarnya kegiatan ini berbalut sahur keliling. Namun karena penyelenggaraan berada di Gereja, acara dirubah menjadi buka puasa bersama. Dengan menyesuaikan waktu pelaksanaannya.
"Tentu saja gembira dengan pelaksanaan kegiatan ini," ucap Romo Budi.
Romo Budi menjelaskan, acara digelar sebagai upaya memupuk toleransi di masyarakat.
Sesuai dengan prinsip Gereja Paroki yang ingin melebur di masyarakat tanpa adanya segmentasi latar belakang agama, suku, dan ras.
Ia juga menuturkan, nilai plus kegiatan ini berupa kebersamaan masyarakat dalam menjunjung tinggi kemanusiaan.
Kerukunan, persaudaraan dan semangat kebangsaan tanpa diskriminasi.
Secara keseluruhan, Romo Budi menilai acara yang digelar di gerejanya merupakan salah satu program kerja.
Ia menginginkan, gereja dapat beradaptasi dengan lingkungan sosial masyarakat sekitar.
Dan mampu membantu menjawab permasalahan yang berkembang di masyarakat.
"Gereja bukan menara gading yang tertutup, diharapkan gereja bisa srawung dengan masyarakat sekitar," ucap Romo Budi.
Sementara itu, Sinta Nuriyah usai kegiatan berlangsung menjelaskan, dirinya merasa bahagia bisa mendatangi acara tersebut.
Menurutnya agenda rutin seperti ini mencerminkan bangsa, rakyat, dan wajah Indonesia, yang memiliki keberagaman, suku, dan agama.
Tentunya dengan wajah bangsa Indonesia yang menjunjung tinggi toleransi.
"Seolah-olah melihat miniataur bangsa Indonesia yang berkumpul menjadi satu tanpa memandang perbedaan," ucap Sinta.
Ia juga sempat berpesan, agar masyarakat Indonesia selalu menjaga kerukunan dan toleransi antar umat beragama.
Sinta menekankan masyarakat Indonesia sangat plural, yang terdiri dari berbagai macam suku, agama, budaya, dan hal-hal yang membedakan.
Sehingga sangat penting menjaga keharmonisan antar masyarakat.
Agar terciptanya lingkungan sosial yang damai dan bermartabat.
Acara tersebut tak hanya, diisi dengan dialog antar tokoh lintas agama.
Namun, menapilkan beberapa pertunjukan.
Antaralain, seni hadroh dari Polres Kulon Progo.
Tak luput juga dengan pembacaan ayat suci Al Quran.
Masyarakat yang hadir cukup antusias dalam mengikuti kegiatan tersebut.
Tak hanya bisa bercengkrama dengan orang berbeda. Namun juga bisa mengukuhkan persaudaraan antar umat beragama.
Editor : Meitika Candra Lantiva