KULON PROGO - Idul Fitri erat kaitannya dengan aktivitas mudik atau pulang kampung. Selama mudik jumlah kendaraan yang melintas akan mengalami kenaikan.
Beberapa ruas jalan di wilayah Kulon Progo diprediksi akan ramai dengan lalu lalang kendaraan.
Agar arus mudik optimal, Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kulon Progo menggenjot perbaikan jalan.
"Persiapan mudik, kami melakukan perbaikan jalan di 16 ruas jalan kabupaten," ucap Ahli Muda Jalan Bidang Bina Marga DPUPKP Kulon Progo Wuriandreza Gigih Mutitama, saat ditemui Radar Jogja di ruang kerjanya, Selasa (19/03).
Gigih menjelaskan, perbaikan jalan berupa penambalan lubang yang membahayakan pengendara.
Sejumlah 16 ruas jalan itu terbagi dalam 2 wilayah. Yaitu, wilayah utara dan selatan Kulon Progo.
Ruas jalan yang diperbaiki merupakan ruas jalan yang berkemungkinan ramai dilalui pemudik.
Lebih rinci, Gigih menjelaskan, jalan di dalam kabupaten yang akan diperbaiki antara lain, Jalan Bhayangkara, Mandung, Sugiman, Bulu-Clereng, Perwakilan, dan S. Parman.
Selain itu, Adhyaksa, Triharjo-Ngestiharjo, Husada, Dipan-Kulur, Wakafan, Gadingan, Mutihan, Muh Dafam, Sutijab, Triharjo- RSUD Wates, dan Beji.
Menurut Gigih, beberapa ruas jalan tak hanya di tambal. Namun, perbaikan juga dilakukan pada saluran air yang melintang dibawah jalan.
Seperti yang dilakukan pad ruas Jalan Beji yang diperbaiki dengan menabahkan box culvert pada saluran air.
"Untuk yang diluar jalan inner kabupaten juga ada, karena merupakan jalur alternatif," ucap Gigih.
Gigih menjelaskan, selain ruas jalan inner kabupaten, pihaknya juga akan memperbaiki jalan kabupaten yang merupakan jalan alternatif saat mudik.
Antara lain, Jalan Dipan-Kulur, Kepek-Kali Manggis, dan Giripurwo-Pertigaan Janti.
Ketiga ruas jalan tersebut menghubungkan jalan kabupaten dengan jalan provinsi maupun nasional.
Pemudik seringkali menghindari macet dari arah Purworejo ke Jogja menggunakan ruas Jalan Dipan-Kulur.
Sedangkan bagi pemudik yang hendak ke arah Magelang biasanya melewati Jalan Kepek-Kali Manggis, menuju Pertigaan Janti.
"Rusak cukup dominan di Ruas Jalan Dipan-Kulur, sehingga akan dioptimalkan pengerjaannya," ucap Gigih.
Untuk menyelesaikan perbaikan, DPUPKP membuat 2 paket pekerjaan dengan mengandalkan 2 kontraktor. Nilai awal kontrak perbaikan sejumlah Rp 1,8 miliar untuk paket 1, dan Rp 1,2 miliar untuk paket 2.
Gigih juga mengutarakan, penggunaan dana perbaikan paling banyak untuk memperbaiki Jalan Dipan-Kulur.
Gigih menyatakan, target penyelesaian perbaikan akan dioptimalkan hingga H-7 Idul Fitri.
Menurutnya, target tersebut dibuat agar agenda perbaikan tidak bertabrakan dengan arus mudik.
Biasanya pemudik akan melakukan mudik sejak cuti bersama di mulai, dengan puncak arus mudik H-3 lebaran.
"Akan dioptimalkan pengerjaannya, dengan fokus di jalan yang rusak seperti Dipan-Kulur," ucapnya.
Kendati sudah menetapkan target, DPUPKP juga memetakan perihal kendala yang mungkin bisa terjadi.
Pihaknya mengungkapkan, produksi aspal untuk tambal jalan terkadang sulit untuk memenuhi kebutuhan.
Aspal terkadang tidak diproduksi oleh produsen karena pemesannya kurang dari kuota produksi.
Selain itu, pihaknya juga tengah disibukkan untuk melakukan survei kerusakan jalan yang akan segera diperbaiki menjelang mudik.
Survei tersebut diperlukan untuk menghitung volume pekerjaan agar tidak melebihi anggaran yang telah ditetapkan.
Biasanya survei ini dilakukan selama beberapa bulan. Namun, karena menghadapi musim mudik, pihaknya harus mempercepat survei agar segera bisa ditindak lanjuti. (cr7)
Editor : Amin Surachmad