Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Kepedulian Aipda Andriyanto Mengajar Mengaji: Pagi Jadi Polisi, Sore Guru Ngaji

Anom Bagaskoro • Rabu, 20 Maret 2024 | 03:02 WIB
IBADAH: Aipda Andriyanto Widodo sedang mengajari anak-anak untuk membaca Al-Quran.
IBADAH: Aipda Andriyanto Widodo sedang mengajari anak-anak untuk membaca Al-Quran.

KULON PROGO - Bulan Ramadhan merupakan bulan yang penuh berkah dan pengampunan. Berbagai macam cara dapat dilakukan dalam mendulang berkah Ramadhan.

Salah satunya cara yang dilakukan oleh personel unit SIM Satlantas Polres Kulon Progo Aipda Andriyanto Widodo.

"Mengajar mengaji anak-anak setiap sore di Masjid Nurul Haq," ucap Aipda Andri, disela-sela mengajar mengaji di Masjid Nurul Haq, Selasa (19/3).

Andri menjelaskan, selama Ramadhan dirinya selalu rutin mengajar membaca Al Quran untuk anak-anak di Masjid Nurul Haq, Kalurahan Margosari, Kapanewon Pengasih.

Selain bulan Ramadhan, Andri juga telah mengajar mengaji anak-anak. Setiap Jumat malam.

Kegiatan yang dilakukan Andri ini, membuat dirinya dikenal masyarakat.

Bahkan, sebagian masyrakat meminta dirinya untuk mengajar di berbagai masjid.

Setiap sore menjelang berbuka, Andri mengayuh sepeda onthel tuanya menuju Masjid Nurul Haq, yang berada tak jauh dari rumahnya.

Kedatangan dirinya selalu disambut dengan riuh anak-anak yang telah menunggu kedatangannya.

Sekitar 20 anak berjajar, meminta bersalaman dengan Andri.

"Tidak ada cara khusus, cuma bagaimana memposisikan diri supaya anak merasa nyaman," ucap Andri.

Andri biasanya memakan waktu sekitar 1 jam untuk mengajari anak-anak membaca Al Quran.

Tak hanya membaca Al Quran, dirinya juga membekali anak-anak dengan cerita yang dapat dijadikan contoh baik. Cerita tersebut sengaja diceritakan agar anak-anak mau datang kembali mengaji bersamanya.

Keputusan untuk mengajar mengaji ia pilih atas dasar kepeduliannya terhadap anak-anak. Andri melihat, anak-anak selalu bermain di sekitar masjid setiap menjelang Maghrib.

Namun, tidak ada kegiatan yang mengarahkan anak-anak untuk beribadah. Ia kemudian mulai mengajar membaca Al Quran dimulai dari 5 anak.

Kemudian semakin bertambah, hingga sekarang mencapai 20 anak.

"Awal dulu, mengajar mengaji setiap Jumat malam setelah sholat maghrib," tutur Andri.

Andri mengungkapkan, pemilihan waktu pengajaran setelah sholat maghrib dipilih karena mempertimbangkan jam kerjanya.

Ia tak ingin meninggalkan kewajibannya sebagai polisi, dan ia memutuskan untuk mengajar mengaji pada sore hari, sebelum atau sesudah maghrib.

Andri menjelaskan, jam pengajaran saat Ramadhan lebih dirutinkan.

Tak hanya mengaji, anak-anak yang berpuasa juga akan berbuka bersama.

Sambil menunggu sholat tarawih, Andri juga mengajar anak-anak untuk menulis Al Quran.

"Tidak dipungut biaya sepeserpun, murni karena bentuk pengabdian," ucap Andri.

Andri menjelaskan, dirinya tak memungut biaya untuk mengajari anak-anak.

Menurutnya, peran kepolisian sebagai pengayom masyarakat terejawantahkan dalam kegiatannya.

Selain itu, kegiatannya merupakan bentuk misi kemanuasian untuk mencerdaskan anak bangsa.

Dirinya juga menaruh perhatian terhadap aktivitas anak, yang akhir-akhir ini terlalu fokus bermain menggunakan gadget.

Kegiatan mengaji yang ia lakukan mampu menyibukkan anak-anak dengan kegiatan yang positif dan bermanfaat.

Sehingga anak-anak dapat terhindar dari dampak buruk akibat penggunaan gadget.

Sementara itu, Safika Amalia salah satu murid TPA menceritakan kegiatannya selama mendapat pengajaran Andri.

Safika diajari membaca hruf dasar Al Quran, kemudian dilanjut membaca Iqra dan Al Quran. Ia mengaku antusias karena pengajaran Andri mudah diterima.

"Seneng karena mendapat pembelajaran mengaji dari Pak Andri," ucap Safika.

Senada dengan Safika, Bintang Sinari Khoirunisa mengungkapkan dirinya cukup antusias dalam mengaji. Ia sejak awal selalu mengikuti pengajaran Andri.

Khoirunisa menjelaskan, dirinya mengetahui bahwa Andri merupakan polisi.

"Tidak galak, justru sabar dan penyampaiannya mudah diterima," ucap Khoirunisa. (cr7)

Editor : Amin Surachmad
#polres kulon progo #mengajar mengaji #widodo #Andriyanto