Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Demi Semarakkan Ramadhan, Pemuda Masjid Al-Fatah Gembongan Rela Patungan

Anom Bagaskoro • Selasa, 19 Maret 2024 | 03:28 WIB
SEMARAK: Suasana Masjid Al-Fatah yang dipenuhi dekorasi Ramadhan.
SEMARAK: Suasana Masjid Al-Fatah yang dipenuhi dekorasi Ramadhan.

KULON PROGO - Bulan Ramadhan selalu ditunggu oleh semua orang. Antusiasme masyarakat dalam memeriahkan bulan Ramadhan selalu terasa tak hanya suasana namun juga serba serbi pernak pernik khas Ramadhan.

Salah satunya yang dilakukan oleh Pemuda Masjid Al-Fatah Gembongan, Kalurahan Sukerono, Kapanewon Sentolo.

"Kami memeriahkan Ramadhan dengan menghias lingkungan masjid," ucap Ketua Panitia Ramadhan Masjid Al-Fatah Muhammad Tsakib, saat ditemui Radar Jogja, Senin (18/1).

Tsakib menjelaskan, pemuda masjid Al-Fatah menghias masjid dengan pernak-pernik yang dianggarkan melalui dana patungan.

Dana tersebut memang sengaja dikumpulkan sejak 6 bulan sebelum Ramadhan.

Rata-rata pemuda masjid masih duduk dibangku sekolah. Sehingga kebanyakan dari mereka menyisihkan uang saku mereka untuk ikut serta dalam mengumpulkan dana.

Usaha mereka juga tak terlepas dalam mempersiapkan hiasan yang dijajar di sekitar masjid.

Menurut Tsakib, pihaknya mempersiapkan pernak-pernik sejak 3 bulan. Dengan mengerahkan seluruh pemuda masjid.

"Macam-macam hiasan, seperti lampu, kertas warna-warni, dan dekorasi lainnya," ucap Tsakib.

Tsakib menjelaskan, beberapa dekorasi dibuat sendiri, seperti lampion, pohon harapan, dan kerajinan kertas.

Dirinya menganggap hal tersebut untuk menambah variasi sekaligus membendung budget berlebih.

Menurut Tsakib, dekorasi seputaran masjid menghabiskan dana sekitar Rp 6 juta.

"Yang paling mahal justru untuk instalasi listrik dan lampu yang digunakan," ucapnya.

Masjid Al-Fatah setiap malamnya akan penuh dengan warna-warni lampu led. Tak hanya 1 macam jenis lampu led.

Pemuda masjid memasang 5 macam lampu, untuk menghiasi jalan menuju masjid.

Tsakib menjelaskan, hiasan yang dibuat disekitar masjid bertujuan untuk menarik perhatian agar masyarakat lebih bisa menikmati beribadah di masjid.

Menurutnya, unsur kenyaman perlu ditimbulkan dengan adanya penerangan yang indah.

"Masyarakat banyak yang berswafoto disekitar lampu, sambil menunggu ibadah terawih," ucap Tsakib.

Tujuan lain pembuatan dekorasi ramadhan, juga berkaitan untuk meningkatkan kunjungan anak-anak ke masjid.

Tsakib menjelaskan, anak-anak cenderung akan datang ke suatu tempat apabila tempat itu ramai dan meriah.

Sehingga adanya dekorasi mampu menarik anak-anak untuk datang berkunjung.

Kegiatan yang dilakukan Tsakib dan pemuda masjid, sebenarnya sudah dilakukan sejak tahun-tahun sebelumnya.

Mereka mengaku memang menikmati mendekorasi masjid dan diniatkan sebagai laku ibadah. Yang berupa mengajak masyarakat untuk beribadah di masjid.

Sementara itu, Ardinah ibu rumah tangga yang sedang mengantarkan anaknya menjelaskan, dirinya sangat mengapresiasi usaha pemuda masjid.

Baca Juga: Tumis dan Jus Daun Binahong yang Menyehatkan, Obat Herbal Sejuta Manfaat, Begini Cara Membuatnya

Apresiasinya tertuju pada dekorasi yang memeriahkan Ramadhan.

"Sangat meriah, membuat saya dan keluarga semangat dalam menjalankan ibadah," ucap Ardinah.

Ardinah menjelaskan, Ramadhan tahun ini dekorasinya lebih meriah dari tahun sebelumnya.

Ia mengomentari penggunaan lampu yang semakin membuat meriah dalam suasana Ramadhan.

Sebagai seorang ibu, ia juga memuji dekorasi yang dipasang di sepanjang jalan menuju masjid. Menurutnya itu membuat anak-anak semakin tertarik untuk mendatangi masjid. (cr7)

Editor : Amin Surachmad
#Kulon Progo #ramadhan