Low season tidak hanya berkaitan pada bulan Ramadhan. Namun memang selalu terjadi di pertengahan bulan Januari hingga April, dan September hingga Desember.
Menghadapi situasi ini, Dinas Pariwisata Kabupaten Kulon Progo mengadakan Pasar Ramadhan di Plaza Kuliner Pantai Glagah.
Acara tersebut dimulai sejak Jumat (15/3), dan akan digelar selama Ramadhan.
"Kegiatan ini bernama Saron Gender, kepanjangan Wisata Ramadhan Wonten Ing Pasar Kuliner Glagah," ucap Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Kulon Progo Joko Mursito, saat dihubungi Radar Jogja, Minggu (17/3).
Joko menjelaskan, Pasar Ramadhan akan digelar selama Ramadhan. Acara tersebut juga dibentuk dengan konsep festival, dengan mengadakan berbagai acara.
Antara lain, Festival Hadroh, Lomba Menyanyi Lagu Religi, hingga pentas seni budaya.
"Pasar Ramadhan digelar selama Ramadhan, dibuka pukul 15.00 WIB," ucap Joko.
Sedangkan acara lain, seperti Festival Hadroh yang akan diikuti 12 kelompok hadroh, diselenggarakan setiap hari Sabtu selama Ramadhan.
Kompetisi menyanyi lagu religi diselenggarakan setiap hari Jumat. Dan pentas seni budaya, akan menampilkan Sendratari Topeng Sugriwa Subali pada 17 dan 31 Maret 2024. Serta Tari Angguk pada 24 Maret 2024.
Menurut Joko, acara yang diselenggarakan Dinpar Kulon Progo, merupakan upaya memajukan pariwisata, khususnya saat bulan Ramadhan.
Terlebih adanya Plaza Kuliner Glagah, yang dibangun sejak 2020 perlu dioptimalkan untuk menarik wisatawan lebih banyak.
"Momen Ramadhan ini, sangat tepat untuk mengawali dan memeriahkan kembali Pasar Kuliner Glagah," ucap Joko.
Menurutnya, keberadaan Plaza Kuliner Glagah yang didirikan sejak tahun 2020, merupakan upaya penataan kawasan wisata Pantai Glagah.
Sehingga perlu didukung promosi seperti kegiatan Pasar Ramadhan. Dirinya juga menjelaskan, penataan kawasan merupakan konsekuensi adanya bandara di Kulon Progo.
Plaza kuliner memfasilitasi para pedagang Pantai Glagah untuk berjualan. Saat Pasar Ramadhan terdapat 30 pelaku usaha, yang berjualan di kios Plaza Kuliner Glagah.
Pelaku usaha ini, merupakan pedagang kuliner yang lapaknya masih berada di dekat Pantai Glagah. Walaupun mereka sudah memiliki kepemilikan kios Plaza Kuliner.
"Kebanyakan berjualan kuliner untuk berbuka puasa," ucap Joko.
Sementara itu, Ratih Purwakasari salah satu penjual kuliner di Plaza Ramadhan menyambut baik kegiatan tersebut. Dirinya mengaku menanti-nanti agenda semacam ini.
Hal ini, dikarenakan selama Ramadhan tak banyak pengunjung yang mampir di warungnya.
Hal Ini mengingat, keberadaan pengunjung yang memilih berbuka puasa di rumah atau tempat lain, selain tempat wisata.
Dirinya berharap adanya Pasar Ramadhan mampu menarik pengunjung lebih banyak. Terlebih adanya rangkaian acara diharapkan menjadi daya tarik sendiri, bagi pengunjung untuk berlama-lama di Plaza Kuliner.
Saat Pasar Ramadhan, dirinya menjual takjil seperti kolak, es buah, dan gorengan. Untuk makanan berat dirinya juga menjual ricebowl udang.
Ia sengaja membuat menu ini, untuk menyambut Pasar Ramadhan. Menurutnya menu ini sangat cocok untuk berbuka, sekaligus praktis.
Karena isinya lengkap, tak hanya nasi tetapi juga udang dan sayur sebagi lauk. Dagangannya itu, ia jual dengan harga Rp 10 ribu.
"Kiosnya kepemilikan sendiri, tapi saya masih berjualan ditempat lama," ucap Ratih.
Ratih menjelaskan, sejak tahun 2020 dirinya telah mendapatkan kios di Plaza Kuliner.
Namun dirinya belum berkeinginan pindah, karena berkaitan denga pengunjung yang mendatangi Plaza Kuliner.
Ia mengungkapkan, pengunjung masih terfokus membeli kuliner di sekitar tempat lama.
Kendati masih belum berpindah, dirinya berencana memindahkan warungnya di plaza bersamaan dengan pedagang lainnya.
Ia juaga mengakui apabila fasilitas di Plaza Kuliner sangat mendukung berjualan. Namun perlu promosi gencar, agar pengunjung mampir di Plaza Kuliner.
Editor : Bahana.