Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Penemuan Jasad: Diduga Nelayan Asal Banten yang Terseret Ombak saat Menyelamatkan Diri dari Kapal yang Mati Mesin

Anom Bagaskoro • Sabtu, 16 Maret 2024 | 05:21 WIB
SIGAP: Kasubsi Operasi Kantor Basarnas Yogyakarta Asnawi Suroso menjelaskan kronologi penemuan jasad yang diduga 2 nelayan asal Banten.
SIGAP: Kasubsi Operasi Kantor Basarnas Yogyakarta Asnawi Suroso menjelaskan kronologi penemuan jasad yang diduga 2 nelayan asal Banten.

KULON PROGO - Proses pencarian 2 nelayan tersisa dari kejadian kapal Mugi Jaya akhirnya menemui titik temu.

Sore tadi Tim Gabungan berhasil menemukan jasad yang diduga 2 nelayan yang sedang dicari keberadaanya.

"Jasad pertama ditemukan sekitar pukul 14.00 WIB, selang 1 jam jasad kedua ditemukan," ucap Kasubsi Operasi Kantor Basarnas Yogyakarta Asnawi Suroso, saat ditanyai awak media di Pantai Glagah, Jumat (15/3).

Menurut Asnawi, penemuan jasad pertama berada di pesisir wilayah Kalurahan Pleret, Kapanewon Panjatan.

Jasad kedua ditemukan di area pesisir Pantai Bugel. Penemuan kedua jasad ini, lokasinya hanya berjarak 7 kilometer. 

Kondisi jasad yang ditemukan sudah dalam kondisi lebam dan membengkak akibat terkontaminasi air selama beberapa hari.

Jasad kemudian di bawa ke RSUD Wates, untuk melakukan autopsi.

"Pihak keluarga meyakini jasad tersebut merupakan 2 nelayan yang sedang dicari," ucap Asnawi.

Jasad pertama diduga beridentitas Anggit. Sedangkan, jasad 2 diduga beridentitas Karba.

Kendati keluarga meyakini jasad tersebut merupakan 2 nelayan yang tengah dicari, yang didasarkan pada ciri-ciri korban.

Pihak SAR masih menunggu konfirmasi kebenaran dari hasil autopsi yang dilakukan Tim Inafis.

Menurut Asnawi, sebelum menemukan jasad pihaknya telah berupaya melakukan pencarian di selatan wilayah Kulon Progo.

Pencarian melalui jalur darat dan mengoptimalkan penggunaan drone. Hal itu dilakukan, mengingat kondisi perairan selatan Kulon Progo tengah mengalami badai.

Sebelumnya Koordinator Satlinmas Rescue Istimewa (SRI) Wilayah V Kulon Progo Aris Widyatmoko menjelaskan ke awak media.

Kejadian berawal saat 4 nelayan menyelamatkan diri dari kapal yang mengalami mati mesin dengan cara berenang ke pesisir Pantai Glagah.

Kapal mengalami mati mesin selama 6 hari akibat kehabisan bahan bakar.

Empat nelayan tersebut berenang, dan 2 orang berhasil selamat. Dua orang yang berhasil selamat bernama Kartani dan Rasita warga Banten.

Sedangkan 2 orang nelayan lainnya terseret ombak dan dalam pencarian. 2 orang tersebut bernama Anggit dan Karba. (cr7)

 

Editor : Amin Surachmad
#Banten #terseret ombak #Nelayan #mesin mati