Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Singgah Sejenak di Masjid Al-Hidayah Klampok Kulon Progo, Masjid Gaya China dan Situs Klampok

Anom Bagaskoro • Kamis, 14 Maret 2024 | 01:57 WIB
UNIK: Tepat di depan Masjid Al-Hidayah terdapat pohon jambu klampok yang sudah berusia lebih dari 100 tahun.
UNIK: Tepat di depan Masjid Al-Hidayah terdapat pohon jambu klampok yang sudah berusia lebih dari 100 tahun.

KULON PROGO - Menikmati Ramadhan tak perlu jauh-jauh dari rumah. Di Kulon Progo terdapat masjid unik dengan gaya yang jarang ditemui.

Masjid Al-Hidayah terletak di Padukuhan Kidulan, Kalurahan Salamrejo, Kapanewon Sentolo. Masjid ini, mengusnung gaya arsitektur China.

"Masjid ini sebenarnya sudah berdiri sejak lama, dan mengalami rehab bangunan di tahun 2010," ucap Takmir Masjid Al-Hidayah Yatimin, saat ditemui Radar Jogja, Rabu (13/3).

Yatimin menjelaskan, umur masjid ini sudah lebih dari 60 tahun, dan pembangunanya berada di samping Situs Sumur Klampok.

Di tahun 2010 masjid ini direnovasi dengan mengubah gaya arsitekturnya menjadi gaya China.

Setelah di bangun, kemudian diresmikan di tahun 2012.

Sebelum dilakukan renovasi, Masjid Al-Hidayah sama seperti masjid lainnya. Dengan menganut gaya arsitektur masjid Jawa pada umumnya.

Perubahan gaya arsitektur masjid ini, terlihat pada atap masjid. Sebelumnya menggunakan atap limasan, dan kini menjadi atap lereng punggung.

Adopsi gaya atap lereng punggung memberikan ciri khas China.

"Pengerjaannya bertahap, dan perubahan desain atas permintaan masyarakat," ucap Yatimin.

Yatimin menjelaskan, perubahan gaya arsitektur terjadi secara tidak sengaja. 

Karena, pada awalnya denah perencanaan tak seperti wujud masjid sekarang.

Perubahan gaya arsitektur terjadi karena masyarakat melakukan revisi saat pengerjaan.

Tak hanya berkaitan dengan gaya bangunan. Masjid ini juga memiliki keunikan lainnya. Tepat didepan masjid terdapat sebuah pohon yang berumur ratusan tahun. Pohon ini memiliki diameter batang 2 meter.

Sedangkan bagian akarnya tampak dipermukaan tanah dengan ukuran tinggi 2 meter.

Menurut Yatimin, pohon ini merupakan pohon jambu klampok.

"Pohon ini sudah ada sejak zaman kakek dan nenek saya, bahkan dulu ukaranya lebih besar," ucap Yatimin.

Kendati usia pohon terbilang lama, dan sudah tidak produktif berbuah. Pohon ini tetap unik karena dari bentuk dan fungsi pohon yang menambah rindang area masjid.

Pohon ini, juga dipercaya masyarakat sebagai penampung air tanah. Sehingga apabila ditebang bisa saja terjadi kekeringan.

Disamping masjid, terdapat situs sumur Klampok. Dimana situs ini dipercaya sebagi cikal bakal daerah tersebut.

Sumur yang cukup bersejarah ini, sampai sekarang tetap dipergunakan.

Bahkan, setelah dilakukan pemugaran, sumur ini menjadi tempat yang menarik.

"Pengunjung bisa datang kesini, kalau Ramadhan bisa itikaf disin, karena suasana nyaman," ucap Yatiman.

Yatiman menjelaskan, selama ini banyak pengunjung yang datang dan beribadah disini. Mereka mengaku merasakan kenyamanan selama beribadah disini.

Hal ini didukung dengan suasana masjid yang asri dan teduh. Terlebih dibagian samping masjid terdapat sungai kecil yang jernih.

Sementara itu, Ketua Panitia Ramadhan Rafiq Muhammad menjelaskan, selama Ramadhan masjid akan lebih banyak menerima tamu.

Selain dari warga sekitar, juga dari luar daerahnya. Kegiatan masjid selama Ramadhan tak lepas dari kegiatan peribadatan.

"Sholat 5 waktu pasti, terawih, buka bersama, kultum, tpa, dan baksos," ucap Rafiq.

Rafiq menjelaskan, sejak kecil dirinya selalu bermain di masjid ini. Sehingga ia cukup akrab dengan aktivitas masjid dan suasana didalamnya.

Ia juga melihat proses rehab masjid menjadi bangunan yang sekarang berdiri.

Sejak bangunan baru selesai, masyarakat banyak berdatangan ke masjid selain untuk beribadah. Tetapi juga untuk menghabiskan waktu diseputaran masjid. (cr7)

Editor : Amin Surachmad
#Hidayah #Kulon Progo #arsitektur china #al