Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

DKP Kulon Progo Bimbing 20 Peserta Magang Sebagai Nelayan

Anom Bagaskoro • Rabu, 13 Maret 2024 | 03:04 WIB
PRAKTIK: Peserta magang mendapatkan pembekalan terkait pengoperasian perahu.
PRAKTIK: Peserta magang mendapatkan pembekalan terkait pengoperasian perahu.

KULON PROGO - Nelayan menjadi profesi yang dapat dilakukan oleh segala lapisan masyarakat. Tanpa memandang umur maupun latar belakang pendidikan.

Namun, dalam profesi ini diperlukan keterampilan, pengalaman, serta pemahaman mendalam. Tak hanya berkaitan dengan hasil tangkapan, tetapi juga opersional.

"Pada awal Maret Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) telah menyelenggarakan program magang profesi nelayan," ucap Kepala Bidang Perikanan Tangkap DKP Kulonprogo Wakhid Purwosubiyantoro, Selasa (12/3).

Pemagangan profesi nelayan diikuti oleh 20 orang. Program tersebut diselenggarakan oleh DKP Kulon Progo sebagai upaya menarik kaum muda untuk bekerja di bidang perikanan kelautan.

Selain itu, program ini merupakan wujud regenerasi nelayan di Kulon Progo.

Nantinya regenerasi ini akan berdampak pada produksi ikan tangkapan.

Apabila tidak ada regenerasi maka dapat dipastikan produksi ikan tangkapan dari wilayah Kulon Progo akan mengalami penurunan.

Akan sangat berdampak pada perekonomian secara meluas.

Padahal, perlu diketahui bahwa pesisir selatan Kulon Progo merupakan daerah tangkapan yang kaya akan potensi.

"Mayoritas pemagang merupakan kaum muda, yang ingin terjun ke profesi nelayan," ucap Wakhid.

Wakhid menjelaskan, program magang yang telah terlaksana pada awal Maret berlangsung selama 3 hari. Pemagang akan dianjarkan teori singkat selama 1 hari di darat.

Setelah itu, akan diajarkan praktik selama 2 hari di laut. Peserta akan banyak menerima pengalaman selama praktik di lapangan.

Secara garis besar, peserta akan mendapat materi yang disampaikan oleh expert di bidangnya.

Materi pelatihan meliputi, mempersiapkan dan pengelolaan perahu, alat tangkap, mengoperasikannya di laut, hingga pengelolaan hasil tangkap.

"Peserta akan dibekali dan dilatih secara mendalam selama 3 hari," ucap Wakhid.

Dalam pelatihan tersebut, peserta akan mendapatkan fasilitas penunjang. Fasilitas digunakan selama magang seperti, pelampung, logistik pelatihan, hingga keburuhan peserta.


Usai pelatihan peserta juga akan mendapatkan modal untuk memulai usaha. Selain itu DKP Kulon Progo juga membimbing peserta magang untuk membentuk kelompok nelayan.

Upaya ini untuk mempermudah kordinasi antara DKP dengan mantan pemagang.

"Antusias peserta luar biasa, bahkan yang masih bersekolah juga menginginkan kesempatan tersebut," ucapnya.

Wakhid menjelaskan, karena banyak peminat yang menginginkan program magang kembali digelar.

Pihaknya berencana menggelar program serupa, dengan peserta lebih banyak lagi. Sebelumnya pelaksanaan program magang menggunakan dana APBD.

Namun, program selanjutnya akan dikaji menggunakan dana selain dari APBD.

"Bisa menggunakan dana keistimewaan, karena berkaitan dengan pengembangan masyarakat," jelasnya. (cr7)

 

Editor : Amin Surachmad
#DKP #potensi #Pendidikan