Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Dilanda Hujan dan Angin Kencang selama 2 Hari, BPBD Kulon Progo Catat 91 Titik Pohon Tumbang

Anom Bagaskoro • Senin, 11 Maret 2024 | 21:36 WIB

Keterangan Foto: 1. Proses evakuasi pohon tumbang yang mengenai jaringan listrik dan rumah warga.
Keterangan Foto: 1. Proses evakuasi pohon tumbang yang mengenai jaringan listrik dan rumah warga.
KULON PROGO - Sejak Sabtu (9/3/2024), Kulon Progo dilanda hujan dengan intensitas tinggi.

Tak hanya hujan angin kencang juga menyelimuti beberapa kapanewon sejak 9-10 Maret.

Fenomena ini sebenarnya sudah diprediksi oleh BMKG. Namun, dampak dari fenomena ini tak seperti dibayangkan.

"BPBD mencatat 91 titik pohon tumbang, sejak tanggal 9-10 Maret," Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kulon Progo Taufik Prihadi, saat dihubungi Radar Jogja, Senin (11/03).

Taufik menjelaskan, hujan dan angin kencang menjadi faktor utama banyak pohon tumbang.

Daerah paling terdampak berada di Kapanewon Panjatan, dengan jumlah kasus 36 pohon tumbang. Khususnya di Kalurahan Garongan, pohon tumbang terdapat di 16 titik lokasi.

Di Kalurahan Garongan, tepatnya di Padukuhan Trukan Kidul, robohnya pohon menimpa 10 rumah warga.

Dimana lokasinya berbeda-beda, dan kerusakannya bervariasi. Terdapat pohon yang menimpa teras rumah, ataupun dapur.

"Dari semua kasus, tidak menimbulkan korban jiwa, dan sudah terkondiai dengan baik," ucap Taufik.

Taufik menjelaskan, selain daerah Panjatan, Kapanewon Temon juga memiliki nasib serupa.

Sebanyak 11 titik pohon tumbang tersebar di Temon. Angin kencang dari perairan selatan Temon menjadi penyebab utama banyaknya pohon roboh.

Daerah lain seperti Lendah, Galur, dan Samigaluh juga mengalami hal sama, masing-masing daerah tersebut terdapat 7 kasus pohon tumbang.

Di daerah Lendah dan Galur, tak hanya rumah warga yang terimbas. Namun fasilitas umum juga mengalami keruskan akibat tumbangnya beberapa pohon.

Senada dengan Taufik, Nanang Anggraita salah satu relawan yang melakukan evakuasi di Kapanewon Lendah dan Galur membenarkan kejadian tersebut.

Sejak Sabtu pagi hingga minggu dirinya melakukan evakuasi pohon roboh.

Menurutnya, di daerah Lendah dan Galur pohon roboh banyak menimpa rumah warga dan jaringan listrik yang berada disekitar jalan raya.

Ia menyebutkan terdapat 2 rumah warga di hari Sabtu yang tertimpa pohon dan telah dievakuasi olehnya.

Sebanyak 2 rumah rumah warga tersebut terletak di Padukuhan Jatisari, Kalurahan Jatirejo, Kapanewon Lendah.

"Sudah terkondisikan dan tidak ada korban jiwa, hanya sebagian rumah mengalami kerusakan atap," ucap Nanang, saat dihubungi Radar Jogja, Senin (11/3).

Nanang menjelaskan, dalam proses evakuasi dirinya juga dibantu oleh berbagai pihak.

Saat prosea evakuasi rumah, dirinya menggunakan chainsaw dan tambang.

Karena diameter pohon cukup besar memerlukan kehati-hatian agar pohon tumbang tidak merusak bangunan lain.

"Untuk evakuasi rumah tidak terlalu susah, justru evakuasi pohon yang menimpa jaringan listrik menemui kesulitan," ucap Nanang.

Menurut Nanang, mengevakuasi jaringan listrik lebih sulit. Melihat kondisi pohon yang roboh serta menyangkut jaringan listrik bisa saja menarik dan merusak kabel jaringan.

Saat melakukan evakuasi, dirinya juga peelu memastikkan agar dahan pohon ataupun batang pohon tidak terpental. Dahan pohon bisa saja terpental akibat gaya tarik dari kabel.

Baca Juga: Peminat Paskibraka di Purworejo Tinggi, Pendaftar Seleksi Capai Ratusan Orang

"Perlu waktu berjam-jam supaya bisa mengevakuasi, dan kami juga perlu kordinasi dengan PLN," ucapnya.

Imbas dari robohnya pohon yang mengenai jaringan listrik, membuat sebagian wilayah Lendah dan Galur mengalami pemadaman.

Tak tanggung-tanggung pemadam terjadi sampai 2 hari penuh, karena banyaknya titik pohon roboh. Pemadaman juga berlaku di sebagian wilayah Kulon Progo. 

 

Editor : Bahana.
#Kulon Progo #Angin Kencang #Hujan #Pohon Tumbang