Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Tim Gabungan dan Basarnas Jogjakarta Terjang Ombak Enam Meter untuk Bantu Kapal Nelayan Cilacap yang Mati

Anom Bagaskoro • Senin, 11 Maret 2024 | 04:10 WIB

 

BERI PERTOLONGAN: Tim bantuan saat berangkat membantu kapal dari Cilacap yang mengalami mati mesin di perairan Pantai Congot kemarin (10/3).
BERI PERTOLONGAN: Tim bantuan saat berangkat membantu kapal dari Cilacap yang mengalami mati mesin di perairan Pantai Congot kemarin (10/3).

RADAR JOGJA - Dampak bencana hidrologi masih menghantaui Bumi Binangun. Namun, tak begitu berarti bagi tim gabungan dan Basarnas dalam misi kemanusian. Kali ini Basarnas melakukan misi bantu pada kapal milik nelayan asal Cilacap. Kapal tersebut terombang-ambing di perairan tak jauh dari Pantai Congot.

Kordinator Pos Basarnas Kulon Progo Seto Satrio Wicaksono menjelaskan, kapal tersebut telah berlayar selama lima hari. Dan mengalami henti mesin. Sebelum kejadian kapal sempat berada di perairan sekitar Pantai Parangtritis dan menghadapi cuaca buruk.

Tak hanya itu, baling-baling kapal juga tersangkut jaring. Namun, saat itu kapal berhasil menyelamatkan diri dan meneruskan perjalanan. Saat melanjutkan perjalanan kembali, kapal tersebut mengalami mati mesin. Nahasnya, ketika menurunkan jangkar untuk berhenti bergerak, jangkarnya justru tidak menancap dengan kuat. Sehingga kapal tetap terbawa ombak hingga di wilayah perairan Congot. "Kemungkinan jangkar menyangkut di sekitar ambang laut dan kapal bisa berhenti," ucap Seto.

Tim bantuan yang dikirimkan hanya tiga orang. Hal ini karena cuaca buruk, dan ombak mencapai 5-6 meter. “Tinggi ombaknya, nelayan sekitar bahkan tidak melaut," ucap Seto.

Sementara itu, Kepala Kantor Basarnas Jogjakarta Kamal Riswandi menuturkan, kejadian bermula saat Basarnas Jogjakarta mendapat laporan dari Basarnas Cilacap mengenai kapal nelayan yang henti mesin kemarin (10/3) sekitar pukul 05.50. Informasi tersebut, sebelumnya diperoleh dari pemilik kapal yang menghubungi Basarnas Cilacap.

Kapal tersebut mengalami mati mesin, dan putus tali jangkar. Sehingga terombang-ambing hingga perairan Congot. Kapal berada di posisi tak jauh dari pesisir pantai, sekitar 1,7 mil laut dari muara Sungai Bogowonto.

"Koordinasi dilakukan bersama Basarnas Kulon Progo, Pos TNI AL Congot, Pos Polairud Glagah, Satlinmas Wilayah 5 Glagah, dan nelayan langsung menyiapkan perahu jukung," ucap Riswandi.

Kemudian setelah persiapan usai, tim bantuan langsung menuju lokasi kapal untuk mengantarkan komponen mesin. Sekitar pukul 07.10, tim bantuan sampai di titik kapal. Perjalanan dari pesisir hingga lokasi kapal membutuhkan waktu sekitar 55 menit. "Sesampai di lokasi, tim bantuan langsung memperbaiki mesin kapal yang mati," ucap Riswandi.

Di dalam kapal tersebut, terdapat tujuh orang ABK dengan kondisi sehat. Kebanyakan ABK berasal dari Cilacap dan Pemalang, Jawa Tengah. Usai perbaikan, kapal berfungsi kembali dan melanjutkan perjalanan. (cr7/eno)

 

 

 

Editor : Sevtia Eka Novarita
#basarnas jogjakarta #pantai congot