Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Duh, Seorang Pemuda Asal Lendah Kulon Progo, Nekat Bobol Sekolah Untuk Biaya Modif Motor

Anom Bagaskoro • Jumat, 8 Maret 2024 | 20:25 WIB
Kapolsek Lendah dan Kasihumas Polres Kulon Progo menunjukkan barang bukti kasus pencurian di SD Negeri Jatirejo, Kulon Progo.
Kapolsek Lendah dan Kasihumas Polres Kulon Progo menunjukkan barang bukti kasus pencurian di SD Negeri Jatirejo, Kulon Progo.

KULON PROGO - SD Negeri Jatirejo, terletak di Padukuhan Botokan, Kalurahan Jatirejo, Kapanewon Lendah disatroni maling pada Senin (12/2/2024).

Kejadian tersebut terungkap setelah Polsek Lendah berhasil mengamankan pelaku bernama Rendi Ardiansah (22) yang juga warga Lendah.

Rendi, menggunakan uang hasil curian itu untuk memodifikasi sepeda motor miliknya.

"Pelaku sudah kami amankan, dan sudah mengakui perbutannya," ucap Kapolsek Lendah AKP Nunung Tuhono, Jumat (8/3/2024).

AKP Nunung menjelaskan, kronologi bermula, saat saksi yang merupakan tukang kebun SD N Jatirejo berniat membersihkan sekolah, sekira pukul 05.30 WIB.

Saat melakukan pengecekan di ruang guru, ia melihat kondisi ruangan sudah dalam kondisi terbuka. Jendela yang biasanya tertutup rapat, saat itu pun terbuka.

Penasaran, saksi langsung mengecek bagian jendela yang terbuka. 

Ia menemukan bekas congkelan pada jendela, untuk memaksa jendela agar terbuka.

Setelah itu, ia pun menghubungi warga sekolah lainnya untuk melakukan pengecekan bersama-sama.

Saat dilakukan pengecekan oleh pihak sekolah, didapati uang tunai sejumlah Rp 3 juta yang sebelumnya berada di laci meja guru, raib tak bersisa.

Selain itu, cctv yang terpasang dan memorinya juga dilepas oleh pelaku.

Kejadian tersebut kemudian dilaporkan ke Polsek Lendah, guna penyelidikan lebih lanjut.

Setelah menerima laporan, Polsek Lendah melakukan penyelidikan.

Pihak polsek menggunakan rekaman cctv yang didapat dari server pihak sekolah, dan menarik keterangan dari saksi.

Pelaku yang sudah diketahui identitasnya langsung diringkus Polsek Lendah.

"Setelah ditarik keterangan, pelaku mengakui perbuatan dan mengakui dirinya telah melakukan pencurian di sekolah lainnya," ucap AKP Nunung.

Sebelumnya pelaku telah membobol SD Negeri 1 Lendah, namun kejadian tersebut tidak langsung dilaporkan.

Sehingga setelah ditangkapnya pelaku, pencurian di sekolah tersebut baru diketahui.

Menurut AKP Nunung, pencurian di SD Negeri 1 Lendah terjadi sebelum kasus terkahir.

Barang yang diambil di sekolah tersebut berupa laptop 3 buah, dan uang tunai sebesar Rp 130 ribu.

Kerugian diperkirakan sejumlah Rp 6 juta 130 ribu.

"Bila ditotal dari 2 TKP maka kerugian total sejumlah Rp 9 juta 130 ribu," ucap AKP Nunung.

Sementara itu, pelaku saat menjawab pertanyaan awak media mengaku sengaja mencopot cctv yang terpasang di dalam ruangan sekolah.

Ia melakukan aksi itu, agar pencuriannya tidak terekam.

"Mencopot memorinya juga, namun tidak mengetahui kalau ada backup rekaman dari server," ucap pelaku.

Saat melakukan aksinya, ia menggunakan jaket dan sepatu. Namun wajahnya sempat terekam cctv. Menurutnya hal itulah yang membuat dirinya tertangkap.

Pelaku mengaku, sebelum melakukan aksinya perlu survey lokasi terlebih dahulu. Saat akan melakukan pencurian di SDN Jatirejo, pelaku mengecek kondisi sekolah dari luar gerbang saat sore hari. Pelaku juga memastikan penjagaan sekolah tersebut saat malam hari.

"Mencari sekolah yang penjaganya pulang ke rumah saat malam hari," ucapnya.

Hal ini juga berlaku di SDN 1 Lendah, yang mengalami kasus serupa. Pelaku bermodal obeng untuk mencongkel. Dan keluar membawa barang curian menggunakan tas dan dibawa berjalan kaki.

"Tidak menggunakan sepeda motor, sengaja karena letaknya dekat," tutur pelaku.

Pelaku menjual barang curian seperti laptop di toko jual beli laptop.

Ia menjajakan barang curiannya dengn harga Rp 500 ribu. Untuk memudahkan negosiasi dengan pemilik toko, pelaku mengatakan bahwa laptop tersebut milik saudaranya, dan sudah tidak terpakai.

"Uangnya untuk nyicil motor dan modif motor," ucap pelaku.

Pelaku sempat membeli sebuah shock belakang dari hasil penjualan barang curian.

Shock belakang merk Ohlins, rencananya akan ia pasang di motornya.

Pelaku juga berencana menambah modif sepeda motornya dengan uang curian.

Atas kejadian tersebut, Kasihumas Polres Kulon Progo AKP Triatmi Noviartuti menghimbau agar masyarakat lebih berhati-hati.

Bagi sekolah ataupun kantor yang ditinggalkan selama malam hari agar dikunci dan diberi pengawasan tambahan. Untuk menghindari kejadian serupa kembali terulang. 

 

Editor : Meitika Candra Lantiva
#Biaya Modif Motor #hasil curian #Polsek Lendah #Nekat Bobol Sekolah #pemuda #Lendah Kulon Progo