RADAR JOGJA - Data dari Polres Kulon Progo, kenaikan angka kecelakaan mengalami kenaikan sejak awal tahun. Faktor hujan disebut jadi salah satu penyebabnya.
"Ada berbagai faktor, salah satunya cuaca ekstrim seperti hujan," ucap AKP Johan Rinto, Selasa (5/3).
Menurutnya, hujan deras selama Januari hingga Februari awal, cukup mengganggu pengendara. Hujan mengurangi penglihatan sebagian pengendara. Jarak pandang pengendara menjadi terbatas selama hujan mengguyur.
Selain itu, kondisi jalan yang basah mempengaruhi kondisi ban. Ban tidak memiliki gaya gesek karena air yang berada di jalan. Sehingga rawan hilang kendali selama berkendara saat hujan.
Data dari Polres Kulon Progo, sebanyak 235 kejadian kecelakaan lalu lintas dalam rentang waktu Januari hingga awal Februari. Data tersebut menunjukkan kecelakaan mengakibatkan luka ringan sebanyak 226 kejadian. "Kecelakaan lalu lintas yang menyebabkan kehilangan nyawa terdata sembilan kejadian," ucap AKP Johan Rinto.
Dari segi kerugian materil, Polres Kulon Progo menakar sejumlah Rp 136 juta, kerugian atas kecelakaan yang terjadi. Jumlah kerugian ditafsirkan dari kerusakan yang diakibatkan kecelakaan, seperti kerusakan kendaraan.
Secara lebih luas, Polres Kulon Progo mencatat di tahun 2023 lalu jumlah kecelakaan lalu lintas sebanyak 877 kejadian. Dengan korban jiwa yang meninggal dunia sebanyak 62 orang.
"Akhir-akhir ini, kecelakaan cenderung mengalami peningkatan, apabila dilihat dari data 2023," ucap AKP Johan Rinto.
AKP Johan menjelaskan, selama 2023 tren kecelakaan mengalami penurunan. Namun di tahun 2024 trennya kembali mengalami kenaikan.
Saat ini Polres Kulon Progo sedang mengkaji lebih dalam untuk mengetahui faktor pasti kenaikan tren ini.
Kecelakaan lalu lintas di 2024 didominasi kecelakaan tunggal. Kendaraan roda dua menjadi korban terbanyak dalam kejadian laka. Di wilayah Kulon Progo, Jalan Nasional kerap kali menjadi TKP laka.
Menurutnya selain kondisi cuaca, kecelakaan bisa terjadi karena pengendara kurang berhati-hati. Kurang konsentrasi biasanya dikarenakan pengendara mengalami kelelahan dan mengantuk.
Rinto juga meminta ke masyarakat untuk mempersiapkan krndaraan dan fisik pengendara. "Patuhi aturan selama berkendara, contohnya penggunaan helm yang SNI," ucapnya. (cr7/pra)
Editor : Satria Pradika