"Penemuan jasad tak dikenal pada Minggu, (3/3), di sebelah Timur Embung Retensi Sungai Serang," ucap Satlinmas Rescue Aris Widiatmoko, Senin (4/3).
Menurut Aris, penemuan jasad tak dikenal awalnya dijumpai oleh orang yang sedang mencari rumput di pinggir Sungai Serang.
Tri Sukarno (45) sebagai saksi, tengah mencari rumput. Ia dikagetkan dengan benda mengapung mirip orang.
Kondisi jasad waktu itu, mengapung dan tersangkut di batang bambu. Karena melihat hal yang kurang wajar, Tri Sukarno kemudian melakukan pengecekan.
Alangkah kaget, karena seperti dugaan awal, benda mengapung tersebut merupakan sebuah jasad manusia.
Karena sedang dalam posisi sendirian, saksi kemudian memanggil warga sekitar. Ia pun juga memanggil pihak berwajib untuk melakukan evakuasi.
Kondisi jasad yang mengapung, berjenis kelamin laki-laki, dengan tubuh yang sudah membengkak.
Kondisi wajah membengkak dan sulit dikenali. Jasad menggunakan celana panjang jeans warna biru muda, dan mengenakan kaos polo warna biru.
Korban langsung dievakuasi oleh Gabungan SAR, dan dimasukkan kantong jenazah untuk dibawa ke RSUD Wates, pada sore hari. Evakuasi cukup singkat karena pihak PMI Kulon Progo menerjukkan ambulans.
Sementara itu, Kasihumas Polres Kulonprogo AKP Triatmi Noviartuti, mengungkapkan pada awalnya korban tak diketahui identitasnya.
Namun, setelah pemeriksaan sidik jari oleh Tim Inavis Polres Kulon Progo, identitas korban terkuak.
Korban bernama Budiyanto (44), warga Kapanewon Temon. Diduga korban melakukan tindakan bunuh diri.
Dari kesaksian keluarga korban, Budiyanto telah menghilang selama 4 hari. "Sebelumnya korban mengaku, mendapat bisikan gaib untuk pergi ke sungai/ laut," ucap AKP Novi.
Dari data Inafis, jasad korban telah mengalami pembusukan. Terdapat tanda kaku mayat, telinga kiri hilang, kulit mengelupas karena pembusukan.
Dan setiap lubang mengeluarkan cairan dan tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan.
Editor : Bahana.