Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Dampak Hujan Deras di Kulon Progo Sebabkan Rumah Warga dan Jalan Wisata Terkenal Longsor

Anom Bagaskoro • Selasa, 27 Februari 2024 | 01:26 WIB
Photo
Photo

KULON PROGO - Bencana Hidrometeorologi cukup berdampak di Kulon Progo.

Daerah rawan longsor seperti Kapanewon Samigaluh dan sebagian Kalibawang tak luput dari dampak curah hujan dengan intensitas tinggi, pada Minggu (25/2/2024).

Terlaporkan di wilayah Padukuhan Gerpule, Banjarharjo, Kapanewon Kalibawang, rumah warga terdampak longsoran hingga merusak bangunan.

Sedangkan di Jalan Suroloyo, Padukuhan Nglambur, Kalurahan Sidoharjo, Kapanewon Samigaluh, tertutup longsoran selama beberapa jam.

Kedua longsoran terjadi di waktu sore hari ketika hujan turun deras.

Rumah Ngateno yang terletak di Padukuhan Gerpule, mengalami kerusakan bagian dinding belakang rumah.

Akibat dihantam longsoran tebing setinggi 4 meter, dengan panjang longsoran 6 meter pada Minggu (25/2/2024). Material longsoran berupa tanah dan batu.

"Kejadiannya sekitar pukul 16.00 WIB, saat itu saya sedang di dapur," ucap Ngateno saat ditemui Radar Jogja di kediamaannya yang mengalami longsoran, Senin (26/2/2024).

Ngateno menjelaskan, saat kejadian dirinya tepat berada di dekat longsoran. Longsoran tanah merusak dinding dapur rumahnya.

Bahkan material tanah masuk kedalam rumah. Hingga sebagian alat masak dan tempat penyimpanan air tertimbun longsoran.

Sebelum longsor, curah hujan di daerah Kalibawang memang cukup deras.

Menurut Ngateno, hujan berdurasi 2 jam dengan intensitas cukup tinggi.

Namun, longsoran terjadi ketika hujan reda. Untungnya kejadian tersebut tidak menimbulkan korban jiwa.

"Setelah hujan justru air tertampung di tanah sehingga langsung longsor," ucap Ngateno.

Saat Radar Jogja di kediaman Ngateno, warga sekitar terlihat melakukan kerja bakti di area rumah Ngateno.

Sekitar 40 orang bahu membahu membersihkan bekas longsoran yang mengenai rumah Ngateno.

Selain rumah warga, longsor juga terjadi di Padukuhan Nglambur, tepatnya di Jalan Suroloyo. Longsoran menutupi akses warga menuju Puncak Suroloyo.

Perlu diketahui Jalan Suroloyo merupakan akses wisata yang menghubungkan beberapa objek wisata, seperti Gunung Kendil dan Puncak Suroloyo.

"Longsor terjadi sekitar pukul 15.00 WIB, Minggu (25/2/2024), saat hujan gerimis," ucap Kepala Jawatan Keamanan Kapanewon Samigaluh Edi Wibowo, saat ditemui Radar Jogja usai kegiatan kerja bakti di lokasi longsor, Senin (26/2/2024).

Edi menjelaskan, curah hujan di daerah longsoran cukup tinggi dengan rentan waktu berjam-jam.

Hal itulah yang membuat tebing bagian atas mengalami longsor, dan turun hingga memenuhi jalan raya.

Material longsoran berupa tanah, batu, dan pohon yang juga ikut terseret longsoran.

Material longsoran juga mendorong tiang listrik. Namun tiang listrik tidak mengalami kerusakan.

Sejumlah batang pohon juga tergeletak di sekitaran longsoran.

Baca Juga: Kandas di Pemilu 2024, Caleg Alami Stres dan Berhalusinasi Pakai Jas - Momen Salah Satu Capres Ngomong Sendiri Diungkit Netizen!

Beberapa ada yang tertinggal, karena menyangkut pohon mahoni yang masih berdiri di area longsoran.

"Bagian atasnya saja yang longsor, tinggi tebingnya 30 meter dan panjang longsoran yang mengenai jalan 10 meter," ucap Edi.

Menurut Edi, saat melakukan evakuasi longsoran pihaknya dibantu oleh pihak BPBD, Koramil, Polsek, dan warga sekitar.

Selama evakuasi, hujan masih berlangsung, dan sebagian longsoran dipindahkan di sisi jalan dengan menggunakan alat cangkul dan gerobak.

Edi menjelaskan saat sore hari evakuasi dihentikan di pukul 17.00 WIB.

Dimana posisi jalan sudah mulai terbuka dan bisa dilalui oleh kendaraan roda 2 dan sebagian roda 4.

Sementara, pada Senin (26/2/2024) sejak pagi hari dilanjutkan dengan membersihkan sisa-sisa longsoran yang belum sempat dibersihkan.

"Kalau di jalan ini baru pertama kali terjadi longsoran," ucap Edi.

Menurutnya daerah Samigaluh memang banyak titik rawan longsor. Ia juga mdngidentifikasi bahwa kemungkinan adanya longsoran susulan nihil.

Namun, tetap ada potensi longsor baik di bekas longsor sebelumnya maupun di Padukuhan Nglambur.

Membenarkan 2 kejadian tersebut, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kulon Progo Taufik Prihadi mengungkapkan, pihak BPBD sudah mengirimkan sejumlah tim untuk melakukan asesmen terkai longsor.

BPBD juga telah mensuplai logistik untuk keperluan kerja bakti di seputaran daerah longsor.

"Hari ini logitik semua sudah sampai, dan untuk petugas asesmen juga sudah selesai," ucap Taufik, saat ditemui Radar Jogja di ruang kerjanya, Senin (26/2).

Baca Juga: Terpilih Secara Aklamasi, Ketum PBSI Purworejo Kembali Diduduki Muhamad Abdullah

Taufik menjelaskan, daerah rawan longsor di pegunungan memang mengancam aktifitas warga.

Ia menghimbau agar warga melakukan mitigasi awal apabila potensi longsor terlihat saat hujan.

Tak hanya itu, Taufik juga menghimbau agar masyarakat berperan aktif dalam meringkas dahan pohon yang berkemungkinan roboh dan merusah rumah.

"Tetap waspada apabila sedang didekat tebing yang berkemungkinan longsor," ucap Taufik.

Ia juga menekankan apabila longsor terjadi segera hubungi pihak berwajib dan tak lupa BPBD.

Menurutnya, BPBD tak hanya membantu urusan logistik namun juga bisa menyediakan alat apabila bencana memiliki dampak sedang. 

 

Editor : Meitika Candra Lantiva
#Jalan Wisata #kalibawang #Kulon Progo #rumah warga #hujan deras #bencana hidrometeorologi #Longsor