Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Disdikpora Kabupaten Kulon Progo Siapkan Rp 20 Miliar untuk Rehabilitasi Sekolah

Anom Bagaskoro • Jumat, 9 Februari 2024 | 00:05 WIB
SEMANGAT: Guru dan siswa SDN Jlaban saat melaksanakan kegiatan belajar mengajar.
SEMANGAT: Guru dan siswa SDN Jlaban saat melaksanakan kegiatan belajar mengajar.

KULON PROGO - Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kulon Progo menyiapkan dana rehabilitasi sekolah sebesar Rp 20 miliar. Anggaran ini sudah diajukan sejak 2023 lalu.


"Sekitar Rp 18 miliar sampai Rpn20 miliar unruk anggaran tahun ini," ucap Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Kulon ProgoArif Prastowo saat ditemui Radar Jogja, Rabu (8/2).


Ia mengungkapkan, dana tersebut merupakan hasil identifikasi di tahun 2023 pada bangunan sekolah yang layak direhab.

Terdapat 18 sekolah yang menerima program rehabilitasi. Kebanyakan rehabilitasi sekolah, berfokus pada perbaikan gedung.


Dana tersebut merupakan alokasi APBD 2024 dan DAK, yang dikelola pemerintah. Pada dasarnya, dana tersebut tak hanya mengakomodasi rehabilitasi fisik gedung.

Namun, juga digunakan dalam pengadaan sarana dan prasarana belajar mengajar.


Beberapa sekolah yang menerima rehab merupakan sekolah yang dibangun saat tahun 1980. Di mana, kala itu sekolah banyak dibangun karena adanya program pembuatan sekolah dasar, yang tertuang pada Instruksi Presiden (Inpres) No 10 tahun 1973.


"Sangat mendesak, sehingga kami prioritaskan ke sekolah yang memang bangunannya tua," ucap Arif.


Menurut Arif, banyak sekolah yang belum pernah mengalami rehabilitasi. Bahka, parahnya sebagian sekolah tidak berubah sejak awal pembangunan hingga sekarang.

Beberapa aspek seperti rangka atap yang sudah lapuk sering ditemui pada sekolah-sekolah di Kulon Progo.


Kendati sudah mengucurkan dana yang cukup besar, Arif merasa bahwa dana tersebut tidak mencukupi untuk mengakomodir rehabilitasi bangunan sekolah lainnya.

Ia mencontohkan kasus SDN Jlaban, yang terletak di Kalurahan Sentolo, Kapanewon Sentolo.


Menurutnya sekolah tersebut sangat membutuhkan rehabilitasi sesegera mungkin. Sehingga, ia mengusulkan rehabilitasi sekolah dengan mekanisme pengusulan APBD Tambahan.

Urgensi itu disebabkan kondisi atap yang sudah tidak mampu menahan beban genteng.


"Atapnya sudah melengkung, sehingga membahayakan, terpaksa meminta guru untuk memindahkan siswa ke ruangan lainnya," ucap Arif.


Arif mengungkapkan, pihaknya berkomitmen untuk melakukan perbaikan di beberapa sekolah yang wajib rehab.

Namun, ia juga meminta guru-guru agar melaporkan setiap tanda-tanda apabila sekolahnya dirasa tidak aman.

Sejalan pernyataan Arif, Kepala SDN Jlaban Endah Suprihatin membenarkan sekolahnya yang mengalami rusak berat.

Ketika dihubungi Radar Jogja, Kamis (8/2), ia mengungkapkan, kerusakan terjadi pada bagian rangka atap yang sudah lapuk. Terlebih beberapa kelas mengalami kebocoran, akibat hujan.


"Selain bocor, beberapa plafon juga mulai berjatuhan, untungnya tidak ada siswa yang terkena," ucap Endah.


Endah mengungkapkan bahwa SDN Jlaban menampung siswa sejumlah 116 siswa, dengan rata-rata setiap kelasnya berkisar 20 siswa.

Adanya kerusakan sekolah, tentunya sangat mengganggu aktivitas kegiatan belajar dan mengajar.


Lebih mirisnya, SDN Jlaban merupakan sekolah yang dibangun tahun 1980 dengan pembangunan swadaya dari masyrakat.

Endah mengungkapkan bahwa dirinya merupakan alumni sekolah tersebut.


"Dari sejak awal pembangunan yang dilakukan pemerintah sampai sekarang, hanya ada rehabilitasi minor," ucap Endah.


Ia mengungkapkan bahwa terakhir SDN Jlaban mengalami rehab besar-besaran di seputaran tahun 1990-an.

Namun, hingga tahun 2024 ini rehabilitasi besar tidak dilakukan kembali. Sehingga sangat wajar apabila bangunan dirasa sudah tidak layak digunakan.


"Sayang sekali apabila tidak direhabilitasi, karena sekolah kami berprestasi," ucap Endah.


Endah mengungkapkan bahwa sejak dahulu SDN Jlaban merupakan sekolah berprestasi.

Terakhir kali di tahun 2023, salah seorang siswa SDN Jlaban mendapatkan juara di Olimpiade Sains Nasional (OSN).


"Sebelumnya Kepa Disdikpora Kulon Progo melakukan kunjungan di bulan September, kemudian kembali lagi di bulan November bersama pihak PU," ucap Endah.


Endah berharap segera mendapatkan bantuan rehabilitasi, setelah kunjungan dari pihak terkait. Terutama kesegeraan pembangunan, karena berkaitan dengan keamanan siswa. (cr7)

 

Editor : Amin Surachmad
#dana rehabilitasi #Kulon Progo #Disdikpora