KULON PROGO - Pengeroyokan yang mengorbankan pelajar kembali terjadi di Kulon Progo. Terjadinya pengeroyokan tepat di depan bekas Gedung Bank Mandiri, Jalan Purbowinoto, Kalurahan Pengasih, Kapanewon Pengasih, Minggu (4/2).
"Kejadian tersebut sekira pukul 01.30 WIB, korban dikeroyok oleh 2 orang," ucap Kasihumas Polres Kulonprogo AKP Triatmi Noviartuti, Rabu (7/2).
Kejadian berawal saat korban BIS, 14, mendapatkan voice note dari pelaku HA, 19, sekitar pukul 00.30 WIB, Minggu (4/2).
Pelaku mengirimkan voice note yang berisi ajakan bertemu. Pelaku ingin mengkonfirmasi kebenaran korban mengenai tindakannya menendang teman pelaku yang berinisial AR.
Ajakan pelaku untuk bertemu, disanggupi korban. Pelaku dan korban berjanjian bertermu di depan bekas Gedung Bank Mandiri, di Kapanewon Pengasih.
Korban berangkat dari rumahnya, yang hanya berjarak sekitar 2 km dari tempat bertemu.
Saat sampai di lokasi, korban BIS sempat menunggu sekitar 15 menit di tempat pertemuan.
Setelah menunggu, peaku pertama HA dan pelaku kedua HI pun tiba. Fatang ditemani 8 orang, yang orang mengendarai 5 sepeda motor.
Melihat kedatangan HA, korban langsung mendekati HA.
Ia mencoba menjelaskan terkait pemasalahannya menendang teman pelaku yang berinisial AR.
Korban menjelaskan bahwa ia menendang AR hanya karna candaan, tidak bermaksud lain.
Korban bahkan sempat menelpon temannya berinisial SA, untuk menjelaskan kejadian penendangan.
Namun, SA teman korban tidak mengangkat telponnya.
Setelah itu, tanpa pikir panjang pelaku HA dan AI mengeroyoki korban. Mereka berdua mengeroyoki korban.
Sedangkan 8 teman pelaku yang datang bersamaan dengan pelaku hanya diam melihat dan tanpa berusaha melerai perkelahian tersebut.
Kedua pelaku kemudian pergi dari tempat itu bersama rombongannya.
"Atas kejadian itu, korban melaporkannya ke Polsek Pengasih, saat ini sedang dalam proses penyelidikan," ucap Novi.
Menurut Novi kejadian perkelahian di jalan saat ini sangat marak. Sehingga peran orangtua sangat penting dalam menjaga dan melindungi anak.
Orang tua harus bersifat proaktif ketika anaknya tidak pulang kerumah hingga pukul 20.00 malam.
Apabila anak susah dihubungi, Novi berpesan agar menggunakan layanan bantuan polisi 110, dan memanfaatkan program "Ibu Memanggil. (cr7)
Editor : Amin Surachmad