KULON PROGO - Jembatan penghubung Objek Wisata Pantai Trisik atau Jembatan Linggan yang terletak di Padukuhan Sidorejo, Kalurahan Banaran, Kapanewon Galur yang rusak pada, Senin (29/1) belum diperbaiki. Untuk perbaikan kini tengah dicarikan skemanya. Di antaranya diusulkan dengan dana keistimewaan (Danais).
Kepala Seksi Pemeliharaan Jembatan dan Jalan Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kabupaten Kulon Progo Wuriandreza Gigih Muktitama menyebut untuk anggaran masih dikaji. Dia mengungkapkan saat ini DPUPKP sedang dalam proses pengusulan.
"Kami belum bisa memastikan pendanaan rehabilitasi melalui mekanisme mana saja," ucap Gigih saat dihubungi Radar Jogja via sambungan telepon, Senin (5/2).
Gigih mengungkapkan, pihaknya hanya terbatas dalam pengusulan. Namun, ia memastikan terdapat beberapa mekanisme pendanaan rehabilitasi, seperti APBD, danais, atau pengajuan dana ke pemerintah pusat. "Banyak mekanismenya, seperti penggunaan dana keistimewaan karena jembatan ini merupakan penghubung objek wisata," tutur Gigih.
Menurut Gigih, Jembatan Linggan merupakan salah satu inventaris dari Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSSO). Termasuk dalam pembangunan jembatan yang dilakukan balai besar.
"Perhitungan sementara dari kami, untuk pembuatan jembatan baru, membutuhkan biaya sebesar Rp 10 miliar," ucap Gigih.
Biaya tersebut masih bersifat sementara. Ada kemungkinan bila biaya pembuatan jembatan baru naik. Hal ini bisa terjadi karena DPUPKP perlu menyesuaikan model jembatan yang sesuai rekomendasi BBWSSO. Dari BBWSSO merekomendasikan model jembatan dengan tanpa pilar di tengah.
“Selain itu ketinggian jembatan juga perlu ditambah," ucap Gigih.
Menurut Gigih, kondisi ketinggian yang ideal dan sesuai rekomendasi BBWSSO adalah sekira dua meter dari permukaan tanah. Hal ini mencegah adanya kerusakan akibat kenaikan muka air yang berdampak pada girder jembatan.
Terkait kerusakan, Kepala Dinas Pariwisata Kulon Progo Joko Mursito mengakui ada dampaknya ke wisatawan. "Tentu saja berdampak, kami akan menyiapkan jalur alternatif," ucap Joko Mursito ketika ditemui di ruang kerjanya.
Joko mengungkapkan jalur alternatif akan segera dikomunikasikan ke Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis). Selain itu, ia mengungkapkan adanya bantuan BPBD Kulon Progo untuk menyiapkan jembatan darurat.
Kendati sudah disiapkan jembatan darurat dan jalur alternatif, Jembatan Linggan perlu segera di rehabilitasi. Melihat umur, struktur, dan pemakaian jembatan selama ini, sudah sewajarnya jembatan diganti. (cr7/pra)
Editor : Heru Pratomo